Beranda Utama

Gerindra dan KKJB Semprot Disinfektan di Kilo 10

Juga Bagikan Masker dan Sembako Gratis

BAGIKAN
Anggota KKJB saat melakukan penyemprotan disinfektan di area Kilometer 10.(FOTO : ISTIMEWA FOR RADAR TIMIKA)

TIMIKA – Area Kilometer 10 di Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania menjadi perhatian khusus Partai Gerindra di tengah mewabahnya Covid-19 di Mimika. Sebab, lokasi yang berpenduduk lebih dari seribu jiwa ini, kerap masih luput dari perhatian pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran covid-19.

Melihat hal ini, anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, H Imam Parjono menggandeng anggota Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) untuk melakukan upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di Mimika. Yakni dengan melakukan penyemprotan disinfektan, sosialisasi pencegahan covid-19, pembagian masker serta pemberian bantuan paket sembako secara gratis kepada masyarakat.

Kepada Radar Timika, Selasa (7/4) kemarin di kediamanya, Imam Parjono mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di tengah wabah covid-19. Kegiatan penyemprotan yang dilakukan di Kilometer 10, merupakan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang dilakukan di tempat lain, seperti di pos keamanan lingkungan (Poskamling).

Selain karena kerap luput dari perhatian, penyemprotan di Kilo 10 juga dikarenakan daerah itu masuk dalam daerah pemilihannya. “Kami sudah melaksanakan penyemprotan dan sosialisasi di lokalisasi kilometer 10, ini menjadi perhatian penting buat kami, di samping merupakan Dapil kami, di situlah tempat menumpuknya orang,” ujarnya.

Lanjutnya, ia bersama anggota bidang sosial KKJB membawa kurang lebih 15 alat penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan secara keseluruhan, mulai dari pintu masuk kilometer 10 hingga belakang wilayah tersebut.

Dari kegiatan ini lanjutnya, masyarakat mengapresiasi hal ini dengan sangat positif. Masyarakat sebut Parjono, berharap juga agar penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan untuk mencegah covid-19 saja, melainkan untuk mencegah penularan penyakit melalui virus lainya.

“Masyarakat di sana apresiasi, mereka menyambut baik dan berharap penyemprotan tidak hanya kali ini saja,”ujarnya.

Lanjut Parjono, memang kegiatan penyemprotan disinfektan di lokalisasi ini baru pertama kalinya diadakan oleh pihaknya. Dengan kurang lebih 1000 penduduk, lokalisasi kilometer 10 dihuni oleh beragam suku, mulai Jawa, Bugis, Toraja, Ambon dan lainnya.

Selain penyemprotan, pihaknya jelas Parjono, juga telah melakukan sosialisasi guna pencegahan covid-19. Masyarakat sebutnya, diharapkan tetap waspada, berhati-hati terhadap covid-19 yang saat ini sudah merebak. Dalam sosialiasi, masyarakat diharapkan tidak panik, gusar dalam menghadapi virus ini, menjaga kesehatan baik pribadi maupun lingkungan sekitar, rajin mencuci tangan, memakai masker untuk sehari-hari, menghindari berkumpul-kumpul dengan orang banyak, menjaga jarak dengan orang lain. Namun, yang paling penting tambah Parjono, para pramuria diharapkan mengalah untuk sementara waktu dengan tidak bekerja terlebih dahulu di tengah situasi seperti saat ini. (ami)