oleh

Gugus Tugas Datangkan Sejumlah APD dan Alkes

TIMIKA – Untuk menunjang penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Mimika, Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mendatangkan sejumlah alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) yang diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan Airfast Indonesia pada Jumat (10/4) lalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan, Sabtu (11/4) lalu mengatakan ada sejumlah alkes dan APD yang sudah diterima. Seperti Virus Transport Media (VTM) sebanyak 50 buah. VTM itu sudah didistribusikan ke RSUD Mimika sebanyak 20 paket, 10 paket di RSMM dan juga didistribusikan ke RS Tembagapura melalui Klinik Kuala Kencana.

VTM adalah media sejenis tabung yang digunakan untuk meletakkan spesimen yang diambil dari pasien menggunakan metode swab. Dengan alat VTM ini, swab dibawa ke laboratorium pemeriksaan untuk diketahui apakah positif atau negatif corona.

Selain VTM, tim juga menerima APD lengkap termasuk pakaian hazmat sebanyak 50 set. Ini sebenarnya sangat sedikit dari yang dipeasan 1.000 set karena keterbatasan daya muat sehingga yang tiba baru 50.

Ada juga hand sanitizer, masker bedah dan masker N95. “Dengan adanya masker ini, bahan medis pakai, kami coba distribusi tapi secara rasional. Karena kondisi sampai malam ini, penemuan kasus yang terkonfirmasi positif ini baru sampai ke lereng belum sampai ke puncak,” terangnya.

Tim juga sudah memasang rapidt test tapi yang datang hanya sejumlah kecil dari yang dibutuhkan, yakni hanya 70 buah. Namun ada tambahan dari RSUD sebanyak 20 alat tes sehingga tim memiliki 90 buah alat rapid test.

Alat kesehatan yang juga sangat dibutuhkan adalah ventilator untuk rumah sakit. Dikatakan Reynold, alat ini menjadi prioritas namun masih dalam proses pemesanan. Penambahan dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kondisi terburuk, dimana ada lonjakan pasien yang harus dirawat.

Dengan bertambahnya VTM, tentunya sangat membantu untuk proses pemeriksaan spesimen. Selama ini VTM sangat terbatas sehingga sampel yang dikirim juga terbatas. padahal idealnya bukan hanya PDP yang dirawat tapi juga semua PDP, ODP maupun OTG juga harusnya diperiksa secara swab.

Namun jumlah ini juga masih dianggap kurang, sehingga sampel yang dikirim ada prioritas yang ditetapkan. Pasien akan diseleksi untuk pengambilan swab sehingga sampel bisa dirujuk ke Jayapura untuk diperiksa.

“Tapi kami juga menyesuaikan dengan kemampuan pemeriksaan di Jayapura, mengingat spesimen ini tidak boleh lebih dari 24 jam,” tutur Reynold.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *