oleh

Pedagang Masker Kain Meraup Untung

TIMIKA – Meski penyebaran virus corona (Covid-19) memberi dampak buruk terhadap sebagian besar sektor usaha, namun tidak terhadap pedagang masker kain yang justru meraup keuntungan yang luar biasa. Apalagi setelah adanya imbauan pemerintah yang mewajibkan semua masyarakat memakai masker saat keluar rumah, sebagai salah satu cara melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Seperti halnya Tio, salah satu pedagang masker di lampu merah Jalan Budi Utomo yang baru berjualan masker sejak 3 hari terakhir, mengaku mendapat untung sekitar Rp 300 ribu per hari. Pasalnya setiap hari ia mampu menjual 4 lusin masker dengan harga Rp 15 ribu per masker.

“Maskernya kiriman dari Bandung dengan harga yah sekitar Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu. Yah kita hitung ongkos kirimnya juga jadi kita jual Rp 15 ribu,” katanya kepada Radar Timika, Senin (13/4).

Ia menjelaskan alasannya menjual masker di lampu merah, yakni agar lebih mudah menawarkannya kepada pengendara. Apalagi saat lampu merah menyala maka pembeli akan lebih banyak.

“Kebanyakan pengendara sih ada yang justru memanggil kita, jadi tidak perlu kita tawari lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Budi yang juga merupakan pedagang masker mengatakan hal yang sama. Mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari penjualan masker, pasalnya dalam sehari ia mampu menjual 3 hingga 5 lusin masker dengan harga yang bervariasi tergantung motif dan kain masker, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per masker.

“Saya sudah berjualan sudah sekitar dua minggu yah, dan kemudian saya ajak teman-teman saya ikut karena peminatnya sudah mulai meningkat,” katanya.

Namun selain menjual di pinggir jalan, Budi juga menerima pesanan dan siap untuk diantarkan. Mereka pun selalu memasarkan masker jualannya di media sosial pribadi seperti Facebook dan juga di WhatsApp.

“Pembelian banyak kita bisa kasih diskon,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *