oleh

Pemda Siapkan Bantuan untuk Masyarakat

“Hampir semua masyarakat merasa bahwa selama ini tidak ada ketidakjujuran para RT,” ujar Wabup Rettob.


TIMIKA – Untuk menjamin masyarakat terutama yang berada di wilayah pinggiran, pesisir dan pegunungan agar tetap di rumah bahkan tidak meninggalkan kampung, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sudah menyiapkan bantuan berupa sembako serta bantuan langsung tunai.

Bantuan sendiri mulai disalurkan sejak Jumat (10/4) di Distrik Mimika Timur. Kemudian lanjut ke Distrik Kwamki Narama pada Sabtu (11/4). Bantuan diserahkan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM didampingi Pj Sekda, Drs Marthen Paiding, MMT selaku ketua tim gugus tugas bersama sejumlah pimpinan OPD.

Adapun bantuan yang diserahkan disesuaikan jumlah warga dan kepala keluarga masing-masing distrik. Seperti Distrik Mimika Timur dengan bantuan diantaranya 50 ton beras, mie instan 4.120 karton, kopi 8.250 renteng, teh celup 4.120 dos, gula pasir 4.120 kilogram, minyak goreng 4.120 liter, telur 200 rak, sabun mandi 4.120 batang, susu kental 4.120 kaleng juga ayam beku dan ikan kaleng.

Sementara untuk Distrik Kwamki Narama mendapat bantuak 35 ton beras, mie instan 2.870 karton, kopi 5.740 renteng, teh celup 2.870 dos, gula pasir 2.870 kilogram, minyak goreng, 2.870 liter, telur ayam 200 rak dan sabun mandi 460 batang.

Wabup Mimika, John Rettob mengatakan distribusi dimulai dari wilayah pinggiran kota selanjutnya mulai minggu ini distribusi dilakukan ke wilayah pedalaman baik pesisir maupun pegunungan. Terakhir nanti Distrik Mimika Baru.

Warga kota lanjut Wabup tentunya akan mendapatkan bantuan hanya saja mekanisme penyaluran masih dibahas bersama karena banyak warga yang protes terkait tidak transparannya aparat tingkat bahwa dalam hal ini Ketua RT dalam menyalurkan bantuan. “Hampir semua masyarakat merasa bahwa selama ini tidak ada ketidakjujuran para RT,” ujar Wabup Rettob.

Pj Sekda, Drs Marthen Paiding menambahkan, Pemda berusaha cover kebutuhan masyarakat lewat pergeseran anggaran atau refokusing yang akan disalurkan ke masing-masing distrik. Diharapkan dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa terbantu dan diharapkan tetap tinggal di rumah, menjaga diri, menjaga keluarga dan tentunya menjaga masyarakat.

Keseluruhan anggaran yang direfokusing untuk penanganan covid-19 sampai ke tingkat distrik diungkapkan Pj Sekda mencapai Rp 192 miliar. “Sehingga dengan bantuan seperti ini dan penanganan yang sedang dilakukan Pemda kita semua bisa terhindar dari covid,” ujarnya.

Pemda juga lanjutnya menyiapkan subsidi bagi masyarakay yang terdampak Covid-19. Seperti masyarakat pinggiran yang harus isolasi wilayah dan tidak boleh ke kota. Pemerintah membeli barang dahangan seperti sayur, ikan dan lainnya.

Kemudian dalam rangka menghidupkan usaha kecil menengah yang kena imbas, diberikan bantuan dalam bentuk bantuan modal ke masing-masing UKM. “Misalnya ada yang produksi masker diberikan bantuan, yang jual sayuran itu dibeli Pemda. Dalam bentuk stimulan tapi lewat lembaga seperti koperasi,” terang Pj Sekda.

Juga sesuai instruksi pemerintah pusat bahwa dana desa juga harus dialokasikan untuk penanganan Covid-19, maka dana desa dari 133 kampung sudah diperintahkan untuk dialokasikan sebagai bantuan langsung tunai kepada masyarakat di masing-masing kampung.

Pemerintah kampung diminta melakukan perubahan APB Kampung untuk mengalihkan program menjadi bantuan langsung tunai termasuk pengadaan bahan makanan dari dana desa. “Itu akan segera kita hitung lagi dari 133 kampung berapa mereka siapkan secara keseluruhan sehingga masing-masing desa melakukan perubahan APB Kampung sehingga mereka melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat,” tandasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *