oleh

Kapolda: 2 Pelaku Penembakan di OB Sudah Dilumpuhkan

TIMIKA – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab membeberkan ada dua pelaku penembakan karyawan PT Freeport Indonesia yang telah berhasil dilumpuhkan aparat gabungan. Sedangkan satu oknum security yang memiliki keterkaitan dengan keduanya berhasil diamankan.

Dua orang yang dilumpuhkan diketahui bernama Tandi Kogoya dan Manu Kogoya. Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (16/4) kemarin, Tandi Kogoya disebut mempunyai sejumlah riwayat kasus penyerangan sejak Tahun 2017 silam.

Dalam video yang diputar, tercatat sejumlah aksi penembakan yang melibatkan Tandi Kogoya, sudah berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2017. Tandi disebutkan adalah Komandan Daerah Perang (Kodap) VIII Intan Jaya, di bawah pimpinan Sabinus Waker. Ia juga yang diduga kuat melakukan penembakan terhadap Graeme Thomas Wall beserta dua orang lainnya, yakni Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar di OB Kuala Kencana pada akhir Maret 2020 lalu.

“Mengapa kita tahu dia yang melakukan, karena kami juga sudah identifikasi dan kami juga mempunyai alat untuk mendeteksi, baik ciri-ciri umum maupun khusus orang tersebut dan diketahui bahwa ialah Tandi Kogoya yang berhasil kami lumpuhkan,” ujar Kapolda Paulus Waterpauw.

Riwayat lain, Tandi Kogoya juga pernah sekali ditangkap di Nabire pada Tahun 2018. Namun, kata Kapolda Paulus, sangat disayangkan karena yang bersangkutan hanya divonis ringan, yakni tidak melebihi dua tahun. “Karena dianggap berkelakuan baik selama ditahan, ia juga mendapat remisi dan akhinya bebas di Tahun 2019,” jelasnya.

Namun, di tahun itu pula Tandi Kogoya melanjutkan aksi kriminalnya. Setelah keluar dari penjara, ia dinilai melakukan negosiasi dan akhirnya mendapatkan jabatan lebih tinggi dibanding sebelum dirinya ditahan. “Bukannya bertobat, malah bergabung kembali dengan KKSB. Ia menjadi komandan batalyon. Kemungkinan selama ditahan ada negosiasi agar dia kembali dan mendapatkan pangkat lebih tinggi,” terang Kapolda Paulus.

Sejumlah aksinya di Intan Jaya pada Tahun 2019 misalnya mengakibatkan dua orang tukang ojek tewas. Juga dua anggota TNI yakni Lettu Erizal Sufri dan Serda Resky meninggal dunia. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *