oleh

MSC dan MPCC Jadi Alternatif Tempat Isolasi

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika akan mengambil langkah konkrit untuk menangani semua orang yang diduga terpapar Covid-19, baik dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan melakukan isolasi.

Kapasitas rumah susun yang kini difungsikan sebagai shelter memang tidak bisa menampung semua orang yang diduga terpapar Covid-19. Apalagi jumlahnya mencapai ratusan. Untuk itu Pemda Mimika akan berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk memanfaatkan Mimika Sport Complex (MSC) serta MPCC sebagai shelter.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH kepada wartawan usai pertemuan di Hotel Grand Mozza, Kamis (16/4) kemarin mengatakan, RSUD saja saat ini ruang isolasinya terbatas, padahal ada puluhan orang yang harus dirawat. Sehingga Pemda akan melakukan renovasi bangsal dan beberapa ruangan untuk digunakan.

Kemudian untuk ODP, PDP dan OTG selain rumah susun, Pemda sudah mencari tempat yang layak untuk menampung. “Ada beberapa tempat yang kami pilih, tapi belum diskusi dengan pemilik sehingga itu tugas tim. Kalau sudah dapat, kita bisa tampung di daerah itu,” katanya.

Wabup Mimika, John Rettob, SSos MM menambahkan, jika kasus terus meningkat maka RSUD akan digunakan khusus menangani Covid-19, sedangkan pasien lain dialihkan ke rumah sakit lain. Namun ia berharap tidak terjadi lagi lonjakan kasus di Mimika.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra mengungkapkan untuk memutus rantai penularan maka seluruh PDP ringan, ODP dan OTG harus diisolasi. Dua tempat akan jadi alternatif untuk isolasi yakni MSC dan MPCC. “Itu rencana kita, tapi kita menunggu keputusan PT Freeport Indonesia,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *