oleh

Polda dan Kodam Beberkan Sederet Kasus KKB di Mimika

TIMIKA – Kepolisian Daerah Papua dan Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih, membeberkan sejumlah ‘dosa’ atau kasus hukum yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beraksi di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika pada awal 2020.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam konferensi pers yang berlangsung di Markas Batalyon B Pelopor, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Kamis (16/4) menjelaskan, awalnya pada Tanggal 14 Februari 2020. Dimana rombongan kriminal bersenjata datang dari berbagai wilayah di Papua dan berkumpul di Tembagapura. Pasukan KKB itu dipimpin langsung oleh Komandan Operasi atas nama Lekagak Telenggen.

Kelompok ini terdiri dari empat kelompok besar dari Puncak Jaya, Ilaga, Tembagapura dan Kelompok Ugimba. Mereka ditengarai melakukan kekerasan di sejumlah wilayah. Kelompok ini kemudian bergabung dengan kelompok KKB yang ada di  Timika.

Dalam aksinya, pada tanggal 15 Februari 2020 atau sehari setelah kelompok besar ini tiba di Tembagapura, mereka diterangkan melakukan sejumlah aksi.

Pertama, aksi penyanderaan terhadap tiga orang guru di Kampung Arwanop. Dimana diketahui, alasan penyanderaan dilakukan karena kelompok ini karena mengira para guru tersebut adalah personel TNI Polri di wilayah tersebut.

Kedua, mereka melakukan penembakan di Kampung Sipapera, Distrik Tembagapura pada 28 Februari yang mengakibatkan seorang anggota Polri, Brahada Dony Priyanto meninggal dunia.

Aksi ketiga, pada 2 Maret 2020, kelompok besar ini juga melakukan penyerangan terhadap mobil patroli Polsek Tembagapura di Kampung Utikini. “Dilanjutkan penembakan pos TNI Yonif 754 di Opitawak pada tanggal 5 dan 6 Maret 2020,” sebut Kapolda.

Kelompok ini juga melakukan pembakaran sejumlah bangunan di Blok A Opitawak pada tanggal 6 Maret 2020, serta pembakaran kantor Kampung Opitawak pada 7 Maret 2020. Dua hari kemudian, kelompok ini melakukan kontak tembak dengan Satgas Nemangkawi dan Satgas Amanusa di Kampung Utikini, Tembagapura.

Pada tanggal 13 Maret, kelompok ini disebut-sebut juga melakukan pembakaran terhadap salah satu gereja di Kampung Opitawak, Tembagapura.

Kelompok KKB ini disebut juga melakukan penembakan terhadap tiga karyawan PT Freeport Indonesia di OB Kuala Kencana akhir Maret 2020 lalu. Dimana diketahui, satu WNA Selandia Baru yang bernama Graeme Thomas Wall meregang nyawa saat itu juga.

Selain itu, pada Tanggal 3 April 2020 lalu, KKB melakukan kontak tembak di Kampung Iwaka. Serta terakhir menembak mobil pembawa bahan makanan di Mile 61, Tembagapura pada 11 April 2020.

Sementara, TNI Polri di Kabupaten Mimika telah berhasil melakukan penegakan hukum di kamp milik KKB pimpinan Sergius Waker di Kampung Winii, Tembagapura. Dimana didapatkan satu pucuk senjata api jenis M15. Diketahui, senjata tersebut adalah hasil rampasan dari salah satu Polsek di Lanny Jaya pada 27 November 2012 silam. Senjata tersebut diketahui sebelumnya dipegang almarhum Briptu Daniel Mahuken.

Senjata lainnya yang didapatkan adalah AK-47 yang diketahui dirampas dari salah satu Pos Polisi di Puncak Jaya dan dirampas pada Tahun 2014 silam. Juga ditemukan salah satu senjata rakitan, satu magazin AR dan AK47 dalam penegakan hukum di kamp tersebut. 11 butir amunisi AR 15 juga turut diamankan beserta 16 butir amunisi AK-47. Dalam penegakan hukum ini dipastikan ada setidaknya empat orang yang meninggal dunia.

Penegakan hukum selanjutnya dilakukan di Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, tepatnya di jalan poros Timika – Nabire pada Kamis, 9 April 2020. Dalam penegakan hukum ini, didapatkan satu air softgun merek glock. Satu senjata rakitan juga ikut diamankan bersama 162 butir peluru.

Dalam penegakan hukum ini, juga didapati sekitar 10 buah selongsong, 20 buah ponsel dan 2 buah handy talkie (HT). Juga dua bendera bercorak bintang kejora termasuk tiga buah kapak, tiga busur panah serta puluhan anak panah juga 11 parang dan tujuh senapan angin. “Ada juga sebelas buah potongan dari senapan angin,” ungkapnya.

Dalam penegakan ini, diamankan satu orang atas nama Ivan Sambom. Sedangkan satu orang lainnya berhasil dilumpuhkan atas nama Tandi Kogoya yang diketahui memimpin Kodap VIII Intan Jaya dibawah pimpinan Sabinus Waker. Satu orang lainnya yang berhasil dilumpuhkan adalah Manu Kogoya, dibawah pimpinan Lekagak Telenggeng.

Di Gunung Botak, Distrik Tembagapura aparat juga berhasil menembak mati seorang berinisial  MW. MW diketahui sebagai salah satu penembak jitu. Dalam hal ini, aparat berhasil menyita senjata api yang dipegangnya yang diketahui hasil rampasan di Puncak Jaya pada 4 Januari 2014 silam. Disita juga satu buah magazin SS1 dan amunisi berkaliber 5,56 mm.

“Kami memberikan apresiasi luar biasa karena anggota kita berhasil mengungkap dengan cepat para pelaku ini,” tutup Kapolda Paulus Waterpauw. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *