oleh

Klaster Lembang dan Surabaya Bertambah, Positif Jadi 39

“Penambahan klaster Surabaya karena aktivitas berkumpul sejak 2 minggu terakhir masih berlangsung dan kemungkinan masih terjadi, ” ujar Reynold.


TIMIKA – Kasus Covid-19 yang dinyatakan positif bertambah lagi. Sampai Rabu (22/4) kemarin, total kasus sudah di angka 39 dengan bertambahnya tiga kasus baru yang disumbangkan oleh Klaster Lembang dan Klaster Surabaya.

Juru Bucara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan mengatakan untuk pasien 037 dengan inisial YNR, perempuan usia 17 tahun dengan alamat Jalan Hasanuddin memiliki kontak erat dari kasus 007, 021 dan 031 yang merupakan bagian dari Klaster Lembang.

Klaster Surabaya juga terus menambah kasus baru. Termasuk dua kasus baru yang dilaporkan positif yakni pasien 038 inisial ECS, perempuan usia 16 tahun dan pasien 039 inisial MHK, perempuan usia 19 tahun yang keduanya tinggal di Gorong-gorong yang memiliki kontak erat dengan kasus 017 dan 018 dari Klaster Surabaya.

Bertambahnya dua kasus baru maka Klaster Surabaya telah menghasilkan 7 kasus, hampir sama dengan klaster Lembang. Generasi pertama klaster Surabaya yaitu pasien 022, 020, 029, 031, 032, 038 dan 039. “Penambahan klaster Surabaya karena aktivitas berkumpul sejak 2 minggu terakhir masih berlangsung dan kemungkinan masih terjadi, ” ujar Reynold.

Pasien yang dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 31 orang yang masih menjalani perawatan. Di RSUD Mimika ada 13, shelter 11 orang dan RS Tembagapura 7 orang. Selain itu ada satu pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sudah sembuh sebanyak 5 orang.

Berdasarkan laporan RSUD Mimika, diungkapkan Reynold beberapa pasien Covid-19 yang diisolasi sudah menunjukkan perbaikan. Kecuali pasien 006 inisial SMD, laki-laki usia 28 tahun yang belum menunjukkan hasil negatif setelah diperiksa dua kali dan masih menunjukkan hasil positif padahal telah melewati masa isolasi selama 14 hari. Sehingga masa isolasi pasien 006 akan diperpanjang.

Hingga kemarin sudah 44 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sudah selesai masa pemantauan dan dinyatakan sehat. Namun ada penambahan lagi sebanyak 10 sehingga total OTG sebanyak 300 orang. Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 200 orang.

“Pesan saya kepada warga Mimika, kasus kita masih akan bertambah sekurang-kurangnya tiga sampai empat kasus lagi. Sebab kasus ini bertambah adalah sederhana, yaitu tidak patuh tinggal di rumah, tidak pake masker, tidak mematuhi anjuran pemerintah. Akibatnya adalah : kasus meningkat, aktivitas dibatasi, pendapatan menurun, daya beli menurun, banyak orang yang tertular, sakit dan meninggal,” tegas Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *