oleh

Kebutuhan Telur Meningkat, Disnak Larang Pengiriman Ke Luar Daerah

TIMIKA – Sejak terjadi pandemi virus corona (Covid-19), kebutuhan masyarakat Kabupaten Mimika terhadap telur sangat meningkat. Sehingga untuk mengantisipasi kekurangan stok, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk sementara waktu melarang pengiriman telur keluar dari Mimika. Hal ini diungkapkan Kepala Disnak dan Keswan, Yosefin Sampelino, Senin (27/4).

Ia menjelaskan jika masyarakat mematuhi aturan tersebut, maka stok telur aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika yang terus meningkat setiap harinya. Pihaknya pun sudah meminta para peternak agar tidak menerima pesanan dari luar untuk sementara waktu, serta menyurati pihak bandara dan pelabuhan untuk memperketat pengawasannya.

“Telur yang penting tidak dibawa keluar dari Timika maka aman. Yang penting yah. Karena kadang-kadang sudah dilarang untuk keluar dari bandara dan pelabuhan tetapi masih saja ada yang bawa keluar. Jadi kalau misalnya telur itu hanya ada di dalam Timika tidak dibawa keluar, pasti cukup,” katanya.

Adapun kebutuhan telur sekarang meningkat hingga 20 persen. Peningkatan ini membuat Disnak heran, pasalnya selama ini kebutuhan selalu normal.

“Kita juga heran apa mereka tumpuk telur karena produksi kita setiap harinya sangat luar biasa. Buktinya Pemda beli masih ada dan posko-posko kita tetap menjual,” tuturnya.

Namun dengan diberhentikannya penerbangan, Disnak tidak bisa menjamin hasil produksi telur masih akan tetap bertahan 10-11 ton setiap harinya, pasalnya ayam Day Old Chicken (DOC) yang dijadikan sebagai bibit ayam petelur yang selama ini diorder dari Surabaya sudah tidak bisa lagi masuk karena pembatasan tersebut. Sehingga jika di bulan Mei DOC tersebut belum juga masuk, maka kemungkinan besar produksi telur pada bulan Juli akan mengalami penurunan sekitar 1.000 rak per hari.

“Karena kargo kita dari Surabaya tidak ada. Dan itu memang harus melalui pesawat tidak bisa lewat kapal karena itukan anak ayam yang baru menetas. Memang di Jakarta ada tetapi lokasi penetasannya jauh sekali dari bandara, sehingga itu memungkinkan DOC itu mati diperjalanan. Yang sangat aman itu dari Surabaya. Kita sebenarnya mau masukan minggu ini 230 boks tapi sampai sekarang kami belum tahu bagaimana caranya kasih datang,” tutupnya. (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *