Beranda Metro Timika

Warga Diminta Bijaksana Sikapi Komentar Negatif di Media Sosial

BAGIKAN
Thobias Maturbongs

TIMIKA – Warga Mimika diminta bijaksana dalam menyikapi komentar negatif di media sosial yang bernuasa SARA. Anggota Komisi A DPRD Mimika, Thobias Maturbongs kepada Radar Timika, Minggu (26/4) mengatakan, biarkan aparat berwenang yang menindak hukum akun facebook inisial SA yang diduga menista agama.

Thobias  meminta setiap warga saling menghargai dan menghormati antar hak umat beragama. Sopan dan beretika ketika menggunakan media sosial, yang bisa dibaca oleh orang dari seluruh dunia.

“Untuk Papua toleransi umat beragama sangat tinggi, saling menghargai dan saling mendukung. Saya perhatikan di hari raya umat Muslim, orang Kristen juga mendukung dengan panitia atau apa begitu, luar biasa. Asal jangan ada pengaruh dari luar,” jelasnya.

Dikatakannya, perilaku toleransi antar umat beragama di Mimika dinilainya sudah luar biasa. Hal yang baik itu perlu dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Apalagi umat Muslim yang kini masuk di bulan Ramadhan dengan ibadah puasanya.

Sementara terkait pemberitaan di media tentang laporan dugaan kasus penistaan agama oleh akun facebook atas nama inisial SA, warga diminta menyikapinya dengan bijaksana, dan membiarkan aparat hukum yang bertindak melaksanakan tugasnya.

“Kalau orang asli Papua sangat luar biasa toleransinya. Jadi jangan sampai dia (SA) mengadu domba. Itu tidak baik. Apalagi saat ini Bulan Puasa. Yang puasa kita hormati, kita jangan makan di tempat umum sementara yang lain beribadah puasa,” ungkap Thobias.

Lanjutnya, tugas kerja aparat untuk menindaki laporan itu menjadi pelajaran bagi warga untuk sopan santun dalam bermedia sosial, apalagi menyangkut perihal Suku Rasa Antar golongan dan Agama SARA yang dinilainya sensitif.

“Supaya masyarakat menyikapi pemberitaan tentang akun SA, jangan sampai terpengaruh (terprovokasi). Kita serahkan saja kepada pihak aparat (berwajib) dalam tindak lanjut (hukum)nya,” kata Thobias.

Thobias menambahkan  Sentra Pelayanan Terpadu Polres Mimika telah menerima laporan polisi dari Ormas dan warga Muslim Mimika dengan Pelapor: Agung Arie Perdhana pada 24 April.

Diuraikan dalam laporan itu, pada Jumat 24 April pelapor membuka salah satu WhatsApp Group dan melihat postingan dan kiriman dari Nurman Karupukaro, tentang pencemaran nama baik umat Islam yang dilakukan oleh akun Facebook inisial SA. Atas kejadian ini, pelapor merasa dirugikan, lalu melaporkan kejadian tersebut ke kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Resor Mimika guna proses hukum lebih lanjut.

Terduga pelaku SA dituntut dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak satu miliar Rupiah. (ami)