oleh

Antisipasi Dampak Covid-19, Pemda Puncak Salurkan 100 Ton Beras Kepada Masyarakat

ILAGA – Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi yang diwakili oleh Wakil Bupati, Pelinus Balinal, SSos Ag, menyerahkan bantuan beras tahap pertama dari pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Puncak. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Distrik Beoga dan Sinak, Kamis (7/5). Melalui bantuan ini masing-masing distrik mendapat 10 ton beras, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Bantuan tahap pertama ini total sebanyak 100 ton, akan didistribusikan secara bertahap ke masing-masing distrik, terbagi atas 30 ton di Ilaga dan sekitaranya, serta Distrik Doufo dan Agandugume masing-masing 5 ton.

Dalam penyerahan secara simbolis tersebut, Wabup Puncak menyampaikan bahwa bantuan ini distribusikan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak, mengingat pendemi Covid-19 ini belum diketahui sampai kapan akan berakhir.

Sehingga masyarakat tidak hanya berharap kepada bantuan pemerintah saja, tetapi memanfaatkan lahan kebun untuk menanam keladi, ubi dan sayur-mayur lainnya, sehingga ada variasi pangan khususnya pangan lokal sebagai konsumsi masyarakat secara umum. Artinya masyarakat tidak akan mengalami kekurangan pangan dalam kondisi pendemi Covid-19.

“Bantuan ini secara bertahap akan disalurkan oleh pemerintah ke masing-masing distrik, dimana ada 100 ton yang akan dibagikan secara bertahap untuk masyarakat di Kabupaten Puncak,” sebutnya.

Wakil Bupati juga mengimbau agar masyarakat ikut serta menjaga kesehatan, kebersihan, serta untuk sementara tidak melakukan cumbi atau salaman lokal, guna mencegah penularan virus corona.

“Kendati hingga saat ini di wilayah Kabupaten Puncak masih berstatus zona hijau atau zero penyebaran, namun kita perlu waspada, harus terus menjaga jarak, serta ikut peduli dengan imbauan dari pemerintah,” tambahnya.

Masyarakat juga diminta agar ikut menjaga perbatasan dari kabupaten tetangga seperti di Distrik Beoga yang berbatasan dengan Intan Jaya, karena memiliki akses jalan darat ke wilayah Nabire dan Enarotali. Begitu juga Distrik Sinak sebagai pintu masuk dari Kabupaten Puncak Jaya, serta Ilaga sebagai pintu masuk dari Kabupaten Mimika dan Nabire. Wilayah-wilayah ini perlu diwaspadai, karena bisa menjadi akses pintu masuk virus corona, karena melalui jalan darat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *