oleh

IPMAMI Sebut Belum Menerima Bantuan Dampak Covid-19 dari Pemda Mimika

TIMIKA – Menanggapi statement atau pernyataan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang mengatakan sudah memberikan bantuan kepada terdampak pandemi Covid-19 kepada mahasiswa dan pelajar yang sedang berkuliah di luar Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) se Jawa dan Bali mengklaim belum mendapatkan bantuan tersebut.

Melalui perwakilannya, Jamal Uamang senior IPMAMI yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang saat menghubungi Radar Timika, Sabtu (9/5), menyampaikan sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika. Pasalnya hingga saat ini hanya pelajar dan mahasiswa Mimika yang belum mendapatkan bantuan dari pemda asal.

“Kami menyikapi pernyataan pak Wabup yang mengatakan telah memberikan bantuan. Kami pelajar dan mahasiswa belum sama sekali menerima bantuan dari Pemda Mimika, padahal selama ini keluhan kami sudah sampaikan melalui media sosial dan ada beberapa sumber tetapi sampai dengan saat ini pemerintah belum pernah memberikan bantuan Covid-19. Teman-teman dari Kabupaten Puncak dan kabupaten dari Papua lainnya sudah dapat,” kata Jamal.

Ia mengatakan, IPMAMI adalah masa depan dan bagian dari Kabupaten Mimika, sehingga sudah sewajarnya jika meraka juga mendapatkan bantuan sebagaimana yang dijanjikan Pemda. Namun dengan belum adanya bantuan yang dijanjikan, lanjutnya, IPMAMI merasa tidak diperhatikan oleh Pemda Mimika.

Selain masalah bantuan dampak Covid-19, IPMAMI juga mengharapkan bantuan pengadaan asrama di Malang. Pasalnya asrama yang selama ini mereka tempati sudah habis kontrak pada Bulan April lalu dan mereka pun tidak lagi memperpanjangnya karena tidak memiliki biaya, sehingga saat ini IPMAMI yang kini sudah memiliki banyak anggota terpaksa harus menumpang untuk sementara waktu di asrama pelajar dan mahasiswa Kabupaten Puncak.

“Kami senior itu masih bisa di kos-kosan, tetapi yang adik-adik yang baru itukan sekarang ada numpang di teman-teman dari Puncak. Aset organisasi kami di sini juga banyak, jadi kami pun bingung mau simpan dimana. Kami harap Pemda Mimika bisa perhatikan kami di sini,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *