oleh

Bupati Puncak Bantu Pembangunan Gedung Baru Kingmi Edoutou Argapura

JAYAPURA – Anggota Jemaat Kingmi Edoutou di Jalan Pipa Argapura, Kota Jayapura, tidak perlu berlama-lama bersedih, setelah gerejanya terbakar bersama dengan rumah gembala pada Rabu (13/5). Ini karena mereka akan memiliki bangunan gereja yang baru. Kepastian tersebut dikatakan oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE MSi saat menyambangi gedung gereja tersebut dan langsung meletakan batu pertama pembangunan gereja, Kamis (14/5).

Hadir dalam peletakan batu pertama, Sekretaris Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt Silas Mom, STh, ada juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Dr Frans Pekey, Ketua Klasis Kota Jayapura, Pdt Marthen Mauri, STh dan sejumlah gembala dari gereja Kingmi di Tanah Papua.

Kehadiran bupati juga untuk memberikan penguatan kepada jemaat tersebut. Tidak hanya itu, bupati juga memberikan bantuan sembako dan juga pembagian 500 masker kepada warga jemaat, termasuk membantu biaya kontrak rumah untuk gembala jemaat.

Staf Gembala Jemaat Pdt Darius Nawipa mewakili anggota jemaat menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Bupati Puncak Willem Wandik, karena dalam sehari bisa hadir untuk memberikan penguatan sekaligus membantu membangun gereja.

“Saya bersyukur, masih ada orang yang Tuhan gerakan untuk membantu kami jemaat sini. Puji Tuhan, bupati bisa bantu bangun gereja, berikan kami uang untuk mencari kontrak sementara, Tuhan akan membalas semua kepada Pak Bupati,” ujarnya.

“Soal pembangunan gedung gereja, kami akan membantu tenaga pembangunan gedung gereja ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi mengatakan, kedatangannya ke jemaat tersebut, karena sebagai anak yang dibesarkan di dalam gereja Kingmi di Tanah Papua, sehingga kedatangannya untuk memberikan penguatan kepada warga jemaat, sekaligus untuk membangun kembali gedung gereja, termasuk rumah gembala. Apalagi, Gereja Kingmi Endotou merupakan gereja pribumi pertama di Kota Jayapura dan memiliki nilai sejarah bagi penyebaran dan pelayanan Gereja Kingmi di Kota Jayapura.

“ini mungkin maksud Tuhan juga, sehingga kita bisa bangun gereja yang lebih megah lagi, saya datang bersama dengan tukang, tinggal kita sepakati gambar dan pembangunan sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

“Yang penting kita sama-sama bantu tenaga dan bahan saja. Jangan terlalu banyak rapat, target saya, jika Tuhan menghendaki, tahun depan sudah selesai bersama dengan rumah gembala,” tambahnya.

Karena gereja ini memiliki sejarah dalam pelayanan Gereja Kingmi di Kota Jayapura, maka Willem Wandik berharap agar ada dukungan dari para kaum profesional Gereja Kingmi untuk ikut menyumbang dalam pembangunan gedung gereja ini, baik itu semen, paku dan material lainnya.

“Untuk jemaat, kita minta bantu untuk mobilisasi bahan dari bawah ke atas, karena kendaraan tidak bisa sampai di lokasi pembangunan, kita harus satu hati, dengan demikian gereja bisa secepatnya dibangun,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura Dr Frans Pekey, mengajak anggota jemaat untuk memaknai apa rencana Tuhan di balik musibah ini. Menurutnya, musibah ini perlu dilihat dari sisi positif, bahwa dengan ini untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tuhan menguji iman kita, Tuhan punya maksud tersendiri. Buktinya Tuhan sudah mengutus hambanya untuk membantu pembangunan gedung gereja yang baru.

“Saya sebagai yang dituakan di Kota Jayapura dari Suku Mee, juga sebagai anak Tuhan dan sebagai perwakilan Pemerintah Kota, pasti juga akan membantu untuk mendukung pembangunan gedung gereja ini. Yang utama adalah dalam situasi musibah seperti ini, kita perlu dekat dengan Tuhan,” pungkasnya. (Diskominfo Puncak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *