Beranda Seputar Mimika

BPJAMSOSTEK Serahkan Bantuan untuk Pekerja Terdampak Covid-19

BAGIKAN
SERAHKAN BANTUAN – Penyerahan bantuan BPJAMSOSTEK oleh Kadisnaker Mimika, Ronny Marjen kepada perwakilan pekerja, Selasa (19/5).

TIMIKA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja baik formal maupun informal yang terdampak pandemi Covid-19, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Cabang Papua Mimika memberikan bantuan berupa Sembako yang pada tahap pertama sebanyak 205 paket.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika, Selasa (19/5) kemarin oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Mimika, Ronny Marjen, Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu dan Kepala Bidang Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Mimika, Chandra Frans Sitanggang. Penyerahan bantuan juga dirangkaikan dengan penyerhana secara simbolis kartu peserta bagi 32 relawan Covid-19 yang dilindungi BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Mimika, Ronny Marjen mengatakan Kabupaten Mimika adalah daerah industri. Jadi orang yang datang ke Timika pasti untuk bekerja. Dan di tengah pandemi ini banyak yang terdampak hampir di semua sektor.

Sampai Jumat (15/5) lalu diungkapkan Ronny, setidaknya ada 209 orang yang sudah melapor ke Posko Pengaduan karena diberhentikan oleh perusahaan. Disnakertrans sesuai instruksi Kemenaker juga membuka posko pengaduan dan melaporkan situasi yang terjadi terkait dampak terhadap pekerja dengan situasi pandemi Covid-19.

“Jadi Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor 3 Tahun 2020 itu menyampaikan langkah-langkah teknis terkait perlindungan pekerja dan juga keberlangsungan dunia usaha. Ini dua sisi yang harus dijaga di situasi ini yang tidak normal dan berdampak pada seluruh hal,” terangnya.

Sehingga kata Ronny, semua kebijakan yang strategis terkait dengan pekerja buruh wajib melibatkan serikat pekerja selaku perwakilan buruh. Itu juga harus dilakukan secara transparan, bagaimana situasi perusahaan dan apa langkah perusahaan. Tidak hanya PHK tapi ada yang dirumahkan. Ada perusahaan yang menyampaikan bahwa pekerja dirumahkan dulu karena efisiensi. Jika situasi normal akan dipekerjakan kembali.

Untuk itu ia berharap seluruh elemen, pihak perusahaan yang ada di Mimika, yang mempekerjakan ribuan orang untuk memikirkan langkah strategis terkait dampak pandemi. Bukan hanya pekerja formal saja tapi juga informal.

Ia mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra pemerintah yang bisa menyalurkan bantuan kepada pekerja yang terdampak. Dari Pemda Mimika memang belum ada dan akan dibicarakan dengan BPBD serta tim Gugus Tugas yang menangani logistik.

“Mari atasi dengan langkah-langkah yang strategis dan langkah-langkah untuk penyelamatan pekerja,” ujar Ronny.

Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu menambahkan ada 32 orang relawan Covid-19 yang didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketanagakerjaan. Semuanya honorer pada BPBD untuk memberikan perlindungan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan ketika bekerja.