oleh

Soal Pembagian BLT, Bupati Puncak Minta Masyarakat Bersabar

JAYAPURA – Permintaan dari sejumlah intelektual asal Kabupaten Puncak yang sempat menolak pembagian beras bantuan Pemda Kabupaten Puncak di Ilaga, Jumat (15/5) pekan lalu, serta meminta agar Pemda Kabupaten Puncak membagikan uang tunai kepada masyarakat, akhirnya mendapat penjelasan dari Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi.

Melalui video conference dengan masyarakat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Puncak, Rabu (20/5), Bupati mengatakan sebenarnya pihaknya juga memiliki kerinduan untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti yang diharapkan masyarakat. Hanya saja sampai saat ini masih ada makanisme anggaran yang perlu dilalui.

Karena jika salah menyalurkan anggaran, maka sudah tentu akan berhadapan dengan hukum. Apalagi sampai saat ini ada keterlambatan transfer anggaran dari pusat ke daerah, salah satunya Dana Desa (DD), apalagi di Kabupaten Puncak merupakan zona hijau. Namun demikian, peluang untuk membagikan dana BLT masih ada, setelah pihaknya melakukan normalisasi anggaran serta data penduduk, sehingga pihaknya minta masyarakat untuk bersabar.

“Puji Tuhan, kami juga rindu untuk membagikan uang tunai, tetapi ada mekanisme yang kami harus menunggu. Sehingga dana-dana sementara kita penyesuaian dari pusat, kita harus normalkan dana baru kita rapat, selanjutnya kita tentukan besar biaya yang bisa kita bagikan kepada masyarakat,” terangnya.

Hanya saja lanjut Bupati, sambil menunggu penyesuaian anggaran, pemerintah Kabupaten Puncak mengambil inisiatif, mendahului dengan membagikan beras lebih cepat, untuk mengantisipasi dampak dari virus corona ini.

“Di satu sisi sudah tidak ada lagi program Raskin, sudah dihentikan. Sehingga kami mendahalui dengan membagikan beras 100 ton ke Kabupaten Puncak, untuk sekadar menahan perut saja. Semua distrik menerima, hanya di Ilaga yang sempat menolak. Namun setelah menerima penjelasan dari saya, pasti mereka akan menerima beras yang kami bagi,” tambahnya.

Bupati juga mengklarifikasi terkait keberadaan dirinya di luar Kabupaten Puncak, yaitu di Jayapura, lebih karena melakukan karantina mandiri. Apalagi di Kota Jayapura merupakan daerah zona merah, sehingga yang ditakutkan adalah jangan sampai keberadaannya di Ilaga ternyata membawa dampak ada yang terkena virus, maka tuduhan pasti lari kepada dirinya.

“Kabupaten Puncak sementara zona hijau, karena belum ada yang terjangkit virus. Dan saya pikir pak Wakil Bupati sudah ada di sana, pak Sekda, Kapolres dan Tim Covid sudah ada di sana, sehingga penanganan sudah berjalan baik. Sampai saat ini Kabupaten Puncak masih zona hijau,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *