Beranda Seputar Mimika

Masa Pandemi Covid-19, Masyarakat Beralih Ke Kebun

BAGIKAN
Petani di SP 1 saat menerima bibit untuk bertani dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

TIMIKA – Warga asli Mimika di daerah Satuan Pemukiman atau SP-SP kini beralih ke kebun untuk menghidupi diri dan keluarga di masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu diungkapkan Legislator DPRD Mimika, Matius Yanengga kepada Radar Timika, Jumat (22/5). Matius meminta pemerintah memberi perhatian dengan membantu program penguatan pada para kelompok tani lokal asli Mimika itu.

Pemerintah Kabupaten Mimika ungkap Matius, diminta untuk memperhatikan kemajuan para kelompok tani lokal asli Mimika yang melakukan kegiatan bercocok tanam membuka lahan perkebunan baru di daerah SP.

“Ini dipandang sebagai sesuatu hal yang baik bagi terciptanya ketahanan pangan mandiri warga Mimika di masa pandemi ini. Sehingga warga tidak perlu menjadi beban pemerintah melainkan bisa turut meringankan beban pemerintah dari segi ketahanan pangan,” jelasnya.

Lanjut Matius, pemerintah diminta turut memberi penguatan berupa fasilitas perkebunan dan hal lainnya yang dirasa perlu. Pemerintah tambahnya, diminta memberi perhatian serius bagi penguatan keberlangsungan kelompok-kelompok tani lokal Orang Asli Papua.

Legislator asal Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, ajakan membudidayakan pangan lokal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017, Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua – Papua Barat, dengan pendekatan berbasis budaya, wilayah adat dan kearifan lokal.

Selain itu masuk dalam Program Desa Mandiri Pangan dari Program Otsus yang turut dijalankan di Mimika dan Program Pusat Family Farming atau keluarga petani dari Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Mimika.

Matius berharap keseriusan pemerintah membantu para petani lokal asli Mimika ini dapat ditunjukkan dengan menggandeng mereka dalam penyediaan bahan pangan lokal ke dalam paket Sembako bantuan pemerintah, sehingga dapat menggeliatkan perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.(ami)