Beranda Utama

181 Warga Terjaring, 17 Reaktif Rapid Test

Hari Kedua Pemberlakuan PSDD

BAGIKAN
PEMBATASAN – Beberapa petugas yang tergabung dalam TGTPP Covid-19 Mimika bersiap melakukan pembatasan akses jalan. (Selviani bu’tu/radar timika)

TIMIKA – Penerapan Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD) di Kabupaten Mimika sudah memasuki hari kedua pada Jumat (22/5). Meski jumlahnya menurun dari hari pertama, namun masih ditemukan warga yang melanggar karena berkeliaran di atas pukul 14.00 WIT.

Warga yang terjaring pun langsung dikenakan sanksi yakni diwajibkan menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test untuk memantau antibodi. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19, Reynold Ubra mengungkapkan ada 181 orang yang terjaring dan langsung dilakukan pemeriksaan antibodi.

Dari hasil pemeriksaan 17 orang dintaranya reaktif atau positif rapid test. Sama halnya dengan 28 warga yang reaktif rapid test pada hari pertama, sebanyak 8 orang yang terjaring di hari kedua langsung dibawa ke shelter untuk isolasi. Sementara 9 orang menjalani isolasi mandiri.

Reynold menilai, dengan turunnya jumlah warga yang terjaring pada PSDD menunjukkan trend positif. Namun ia berharap pada hari ketiga dan seterusnya selama masa PSDD tidak ada lagi warga yang berkeliaran. Jika tidak ingin terjaring maka harus pulang ke rumah sebelum pukul 14.00 WIT.

Sementara itu tim juga masih melanjutkan penjaringan dan deteksi kasus di Pasar Sentral. Kemarin ditemukan ada lima orang pedagang yang dinyatakan reaktif rapid test sehingga harus diisolasi. Namun ditegaskan dari lima pedagang tersebut bukan orang asli Papua.

Pemeriksaan disebar di beberapa titik dalam area pasar termasuk pasar mama-mama Papua dan pasar ikan dengan jumlah pedagang yang dirapid sebanyak 54 orang. Tapi dari kedua lokasi itu tidak ada yang dinyatakan positif rapid test. (sun)