Beranda Headline

Satu Bayi 6 Bulan Positif Covid-19

Bertambah 18 Kasus Baru, Total Jadi 183

BAGIKAN
Reynold Ubra

TIMIKA – Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika kembali melaporkan 18 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan swab PCR. Dari 18 kasus baru itu, 17 diantaranya dilaporkan oleh RSUD Kabupaten Mimika dan satu kasus dari RS Tembagapura.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra kepada wartawan melalui video conference, Jumat (22/5) mengungkapkan, 17 kasus baru yang dilaporkan RSUD adalah hasil pemeriksaan sampel yang dikirim ke Balitbangkes Jayapura pada 16 Mei dan baru disampaikan pada Kamis (21/5) lalu. “Dengan bertambahnya 18 kasus terkonfirmasi positif satu dari RS tembagapura dan 17 RSUD. Maka kumulatif per hari ini sebanyak 183 kasus,” ungkapnya.

Selain penambahan kasus baru, tim juga melaporkan 17 pasien yang sembuh. 12 pasien dari RS Tembagapura dan 5 orang di RSUD Mimika. Sehingga total semua pasien yang sudah sembuh sebanyak 66 orang. Pasien yang meninggal dunia 4 orang. Maka total pasien aktif yang masih dirawat berjumlah 113 orang. Dari 113 pasien itu, 47 orang ditangani RSUD Mimika baik di rumah sakit maupun di shelter. RSMM menangani 3 orang pasien Covid-19 dan RS Tembagapura 63 orang pasien.

Reynold mengungkapkan kasus yang dilaporkan oleh RSUD merupakan hasil tracing kontak atau turunan dari kasus sebelumnya. Namun ada dua kasus yakni tenaga kesehatan yang masih ditelusuri sumber penularannya.

Pasien dengan nomor register 166 inisial MSS, perempuan usia 17 tahun yang tinggal di Jalan Sam Ratulangi merupakan kontak erat dengan pasien 004 SYR. Kemudian pasien 167 JNS, laki-laki usia 9 tahun dan pasien 168 AGS laki-laki 11 tahun yang tinggal di Jalan Anggrek adalah kontak erat dengan pasien 011 RMS.

Selanjutnya pasien 169 IVM, laki-laki 21 tahun yang tinggal di Jalan Hasanuddin adalah kontak erat dengan pasien 026. Pasien 170 FSM perempuan 29 tahun alamat SP 2 adalah kontak erat dengan pasien 002. Pasien 171 VMT, perempuan 27 tahun tinggal di Jalan Cenderawasih merupakan kontak pasien 130. “Pasien 172 RLK, perempuan 49 tahun, Jl C Heatubun Kelurahan Kwamki adalah petugas kesehatan di salah satu Puskesmas. Kami akan cari pencarian kontak karena belum tahu kontak dengan siapa,” ungkap Reynold.

Selanjutnya pasien dengan nomor register 173 dengan inisial IDK tercatat sebagai pasien termuda diantara 183 kasus yang sudah terungkap di Mimika. Sebab IDK dengan jenis kelamin laki-laki itu baru berusia 6 bulan. Bayi ini kontak erat dengan pasien 089 yang tinggal di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Karang Senang (SP 3).

Pasien 174 VNL perempuan 18 tahun yang juga tinggal di SP 3 adalah kontak dari pasien 044. Pasien 175 MPT laki-laki 30 tahun yang tinggal di SP 2 memiliki riwayat kontak dengan beberapa pasien sekaligus yakni pasien 116, 117 dan 118. Sementara pasien 176 FNR kontak erat pasien 030.

Pasien 177 JSL laki-laki 30 tahun alamat SP 3 adalah kontak erat dengan pasien 044. Pasien 178 ARN 27 tahun alamat Nawaripi adalah seorang petugas kesehatan namun masih ditelusuri sumber penularannya. Demikian juga dengan pasien 179 HMY dan pasien 180 KRB serta pasien 181 RVD yang masih ditelusuri. “Petugas penyelidikan epidemiologi akan lakukan penggalian informasi sekaligus tracing kontak,” ujar Reynold.

Sementara pasien 182 ATK perempuan usia 67 tahun adalah pasien yang menjalani rawat jalan di RSUD Mimika. Sedangkan pasien 183 SRD laki-laki usia 50 tahun berasal dari RS Tembagapura.

Reynold mengatakan dengan sembuhnya 12 orang pasien di RS Tembagapura dan 5 di RSUD Mimika merupakan bukti nyata kerja keras tim medis. “Kami atas nama tim gugus tugas menyampaikan banyak terima kasih buat tim medis di Tembagapura, RSUD dan tim medis di RSMM,” tandasnya.

Melihat laporan kasus oleh Tim Gugus Tugas Provinsi Papua dalam tiga hari terakhir menurut Reynold, jika dalam rentang waktu yang cukup lama, Mimika berada pada urutan pertama dengan untuk penemuan kasus, namun dalam beberapa hari terakhir sudah pada urutan kedua dari total 568 kasus. Dimana kasus tertinggi di Papua sekarang ini adalah Kota Jayapura.

Demikian pula dari sisi angka kesembuhan yang terus meningkat. Bahkan di Papua, Kabupaten Mimika tercatat dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi. Itu dikatakan Reynold, berkat kesungguhan tim terutama tim medis.

Kasus yang baru terungkap ini akan dilakukan pelacakan kontak. Untuk deteksi ada dua pilihan apakah melalui rapid test ataukah untuk percepat diagnosa langsung dirujuk untuk pemeriksaan swab dengan PCR. Apalagi dengan ketersediaan dua mesin PCR di Mimika maka deteksi kasus yang diduga maupun yang sudah terkonfirmasi akan cepat dideteksi dan diobati.

Dari sisi sebaran kasus sendiri. Sejak penemuan kasus pada akhir Maret lalu dibandingkan dengan situasi sekarang maka untuk Distrik Mimika Baru dari 14 kelurahan 10 kelurahan terjadi penambahan kasus signifikan sehingga dinyatakan wilayah tertular atau zona merah. Terutama dua kelurahan dengan kasus tertinggi yakni Kebun Sirih dan Kwamki. Sementara Distrik Wania dari 7 kelurahan ada 4 yang terdapat kasus namun ada dua yang masuk kategori zona merah yaitu Kamoro Jaya dan Inauga.

Selain Distrik Miru dan Wania, Distrik Tembagapura dengan 115 kasus adalah distrik dengan penemuan kasus tertinggi. Distrik yang masih kuning yaitu Kuala Kencana. “Namun harus berhati-hati bagaimana jumlah kasus tidak meningkat, demikian juga Mapurujaya. Supaya zona hijau tetap hijau, kuning dan merah maka harus tetap di rumah, gunakan masker dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun,” terang Reynold. (sun)