oleh

Bupati Beri Signal Hadapi New Normal

“Kami di daerah dalam hal ini bupati/walikota ikuti instruksi dari menteri, sehingga aturan itu tidak bisa lepas,” tandas Bupati.


TIMIKA – Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo sudah menggaungkan new normal life atau hidup baru normal, meskipun kasus Covid-19 di Indonesia belum reda. Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH pun memberi signal akan diterapkannya hidup baru setelah pembatasan sosial diperketat dan diperluas (PSDD) berakhir.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng pada Selasa (26/5) kemarin didampingi sejumlah pejabat, memantau langsung situasi Kota Timika hingga SP 3 pada saat penerapan PSDD. Ia mengapresiasi konsistensi masyarakat yang bisa mematatuhi aturan sejak pertama diberlakukan.

“Tinggal 8 hari lagi kalau kita bisa pertahankan 8 hari seperti ini maka mudah-mudahan rantai penularan bisa dikendalikan dan kasus bisa menurun,” katanya.

Kasus Covid-19 di Mimika sudah mencapai angka 201. Namun dikatakan Bupati Omaleng, sudah ada 79 pasien yang sembuh. Adapun penambahan pada Senin (25/5), dua dari RSUD Mimika dan 4 dari RS Tembagapura. Ia juga memastikan seluruh pasien maupun orang dengan status sudah tertangani, sehingga diharap bisa menekan laju peningkatan kasus.

Meskipun kasus bertambah, Bupati yang ditemui wartawan ketika memantau PSDD di Jalan Cenderawasih menyatakan soal perpanjangan masa tanggap darurat belum diputuskan. Jika itu dilakukan oleh Pemda Mimika, maka diperlukan banyak biaya lagi termasuk menyiapkan jaring pengaman sosial dalam hal ini bantuan kepada masyarakat.

Pemda Mimika kata dia sudah mengalokasikan dana cukup besar dari hasil refokusing APBD sekitar Rp 200 miliar. Sehingga perpanjangan masa tanggap darurat tergantung support dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Sehingga kami harap kalau provinsi dengan pusat bantu anggaran bisa perpanjang dari tanggal 4 Juni sampai berapa hari kemudian. Tapi kalau tidak, kita kasih bebas. APBD itu untuk pembangunan bukan untuk Covid-19,” tuturnya.

Bupati Omaleng menyatakan, kebijakan di tingkat daerah mengikuti kebijakan pusat dalam hal ini Instruksi Presiden maupun peraturan menteri. Presiden Jokowi sudah menggaungkan hidup normal baru, atau semua harus normal dan dikatakan Bupati itu harus diikuti.

“Kami di daerah dalam hal ini bupati/walikota ikuti instruksi dari menteri, sehingga aturan itu tidak bisa lepas,” tandas Bupati.

Termasuk apabila sudah ada kebijakan pembukaan kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah, aktivitas perkantoran maka itu ditegaskan Bupati Omaleng harus diikuti. Termasuk pembukaan akses penerbangan ke Timika.

Ia kembali menegaskan bahwa jika masa tanggap darurat diperpanjang dan pembatasan sosial masih diberlakukan, maka Pemda Mimika tidak memiliki anggaran lagi untuk menalangi semuanya. “Anggaran habis dong. Kami di daerah, kalau sampai Juni masih walaupun kasus positif masih naik kita akan kasih bebas karena tidak ada anggaran. Bagaimana kita belanja untuk kasih makan masyarakat,” tandas Bupati Omaleng. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *