oleh

Jumlah Zakat Fitrah Tahun Ini Menurun

TIMIKA – Jumlah Zakat, Infaq da Sedekah (ZIS) yang sudah terkumpul baik yang langsung diterima Baznas maupun dari setoran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) per tanggal 26 Mei 2020, sebesar  Rp 83.655.000,-.

Dari 73 UPZ baru 25 UPZ yang melaporkan hasil pengumpulannya.  Zakat fitrah yang terkumpul  disalurkan berupa Sembako dan uang tunai. Sementara untuk penyalurannya kepada para muztahik (orang-orang yang berhak menerima zakat), Basnaz memberikannya kepada kurang lebih 112 Kepala Keluarga (KK). Walaupun di tengah wabah Covid-19, namun penyaluran zakat tetap berjalan dengan lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus.

Jumlah zakat fitrah pada Idul Fitri 1441 H 2020 Masehi tahun ini memang diakuinya sangat menurun bila dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. Hal ini disebabkan karena banyak masjid-masjid yang tidak lagi menerima zakat dari umat muslim, sebab sudah beberapa bulan belakangan tidak ada aktivitas ibadah di masjid untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Tahun ini jumlah zakat sangat menurun, karena ada sebagian masjid tidak melakukan pungutan, karena masjid tidak ada tarawih, sholat Jumat, jadi tidak bisa sebarkan informasi untuk tetap bayar zakat di masjid,” jelas Umar.

Dikatakan Umar, sampai saat ini baru 23 UPZ diantaranya yang sudah menyetor zakat maal dari umat muslim. Baznas masih menunggu penyaluran zakat maal tersebut dalam kurun waktu lima hari ke depan.

“Kami masih nunggu sampai akhir bulan Mei untuk penyetoran zakat maal ke Baznas,” ujarnya.

Untuk zakat maal sebut Umar, akan disalurkan untuk melaksanakan program Baznas seperti program Mimika cerdas, membantu memberikan insentif untuk guru honor, Mimika Sejahtera dan bantuan kepada orang miskin yang tidak mampu untuk membiayai pengobatan di rumah sakit serta pemberian tunjangan untuk guru mengaji dan marbot masjid dengan pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan.

Ditambahkan Umar, adapun hasil dari pengumpulan zakat adalah 30 persen untuk konsumtif dan 70 persen untuk produktif.

Dijelaskan Umar, karena pada penyaluran zakat berbarengan dengan pemberian bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pembatasan sosial diperluas dan diperketat, maka zakat dan infaq disalurkan kepada masyarakat tanpa melihat suku, agama dan ras, jadi dibagikan secara umum dengan pemberian ratusan paket Sembako.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *