oleh

Ganti Mie Instant, Distanbun Siap Fasilitasi Pemberian Sembako dengan Pangan Lokal

TIMIKA – Di tengah pandemi Covid-19, pemberian Sembako kepada masyarakat sangat dinanti. Agar Sembako yang diberikan lebih sehat, maka mie instant yang kerap menjadi salah satu bagian paket, bisa diganti dengan pangan lokal hasil kebun petani.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanamanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ir Yohana Paliling kepada Radar Timika, Jumat (29/5). Dikatakan Yohana, pihaknya kemarin telah membantu Tim PKK Mimika yang akan melakukan kegiatan berbagi kasih dengan pemberian Sembako ke lokasi-lokasi yang belum dikunjungi oleh mereka.

Pemberian Sembako, kata Yohana dianjurkan ada bahan pangan lokal yang dibeli dari hasil kebun masyarakat.

“Kami membantu, dan PPL kami membeli, ada yang kami ambil dari pasar, penjual di pinggir jalan dan ada juga yang kami ambil langsung dari kebun-kebun,” ujar Yohana.

Lanjutnya, pangan lokal berupa hasil kebun yang dibantu oleh Distanbun untuk selanjutnya diteruskan TP-PKK ke masyarakat terdiri dari petatas sebanyak 1 ton, keladi 500 kg, singkong 400 kg, pisang tanduk 250 kg, sagu, labu.

Sesuai dengan kebijakan TP-PKK kata Yohana, disebutkan jika pemberian Sembako yang diantaranya adalah mie instant, bisa diganti dengan pangan lokal. Selain beras yang tetap ada, namun mie instant yang biasanya sekarton untuk 1 KK, bisa diganti dengan bahan pangan lokal tadi.

“Bagi kita, kebijakan penggantian supermie ke bahan pangan lokal ini akan sangat membantu petani, karena harapan kita kedepan kalau ada yang berbagi kasih lagi bisa membeli hasil kebun petani,” ungkap Yohana.

Dengan membeli hasil kebun petani tambah Yohana, para penjual tidak harus menjual ke pasar. Hal ini sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk social distancyng dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk diketahui sebut Yohana, produksi pangan lokal di Timika cukup melimpah. Sesuai data, ketersediaan pangan lokal mulai Mei-Desember 2020 dari enam distrik yakni Distrik Mimika Timur, Wania, Mimika Barat, Kwamki Narama, Iwaka dan Kuala Kencana ada ubi kayu sebanyak 60,25 ton per bulan, ubi jalar 146 ton per bulan, talas (keladi) 123,1 ton per bulan dan sagu 8,6 ton.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *