oleh

Penyebaran Virus Corona Semakin Meluas

“… Jika separuhnya itu dinyatakan positif, maka kami akan coba mengembangkan bagaimana bekerjasama dengan PTFI terkait dengan ruang isolasi di wilayah lowland,..” kata Reynold Ubra.


TIMIKA – Memasuki Bulan Juni, kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika belum menunjukkan penurunan. Justru virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu semakin menyebar luas di Mimika. Beberapa wilayah yang sebelumnya tidak ditemukan kasus seperti Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama, Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka dan Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur kini sudah ditemukan.

Dalam percakapan dengan wartawan di group whatsapp, Senin (1/6) kemarin, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19, Reynold Ubra meyakini kasus Covid-19 di Mimika masih akan bertambah, apalagi Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD) yang telah dilakukan baru efektif dalam 14 hari terakhir.

Senin kemarin tidak ada laporan hasil pemeriksaan PCR terhadap 270 spesimen yang masih dalam proses peeriksaan. Namun sehari sebelumnya, Minggu (31/5) dilaporkan adanya 46 kasus baru yang terkonfirmasi positif dari 86 spesimen yang hasilnya dikirim pada Jumat (29/5) dan hasilnya dilaporkan Sabtu (30/5)  sehingga total kasus di Mimika hingga kemarin mencapai 272 kasus. Jumlah kasus yang masih aktif sebanyak 174. Dimana sebanyak 61 persen pasien kini dirawat di RSUD Mimika. Sementara pasien sembuh masih pada angka 93.

Namun pada Jumat (29/5) lalu ada seorang pasien yang dirawat di RS Tembagapura selama 13 hari dinyatakan meninggal dunia. Selain karena terinfeksi Covid-19, pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 49 tahun juga menderita penyakit diabetes. Jenazah sudah dimakamkan pada hari Minggu di TPU SP 1.

Berdasarkan data pasien yang dinyatakan positif Covid-19 terutama 46 yang baru ditemukan, menurut Reynold menjadi gambaran bahwa penyebaran Covid-19 di Mimika sudah meluas. Tidak seperti pasien sebelumnya yang bisa diketahui sumber penularannya seperti Klaster Lembang, Klaster Jakarta, Klaster Surabaya atau Klaster Makassar. “Dengan penyebaran ini maka penyebaran semakin luas,” tuturnya.

Penambahan kasus ini juga menjadi alaram untuk penanganan terutama ketersediaan fasilitas. Sebab RSUD Mimika yang menjadi tumpuan di Kota Timika dipastikan sudah tidak mampu lagi. Bahkan shelter yakni di wisma atlet dan MSC dikhawatirkan tidak mampu apalagi jika hasil pemeriksaan terhadap sekitar 200 spesimen dilaporkan.

Tim gugus tugas akan mencoba menata tiga bangunan yang selama ini dipakai untuk menangani pasien Covid-19 yang ditangani RSUD yakni RSUD sendiri, wisma atlet dan MSC. Wisma atlet akan difungsikan seluruhnya untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Sedangkan MSC untuk PDP ringan, ODP dan OTG.

“Sampai hari ini masih tercukupi namun memang harus kami antisipasi jika misalnya dari spesimen yang tersisa lebih kurang masih ada 200 jika separuhnya itu dinyatakan positif, maka kami akan coba mengembangkan bagaimana bekerjasama dengan PTFI terkait dengan ruang isolasi di wilayah lowland. Tapi ini baru pemikiran kami berdasarkan data kesehatan, ini pertimbangan dari bidang kesehatan, belum tim gugus yang lain,” terangnya.

Dengan gambaran ini pula kata Reynold, diharapkan dukungan dan kerjasama masyarakat agar tetap tinggal dirumah, tidak lagi melakukan pergerakan terutama pada pagi hari hari mulai pukul 06.00 WIT  hingga 14.00 WIT. “Karena saat ini tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mimika dan shelter serta Mimika Sport Center hampir penuh. Kami bersyukur bahwa pasien covid19 saat ini yang sedang ditangani dalam gejala ringan,” ujar Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *