oleh

Pemda Diminta Realisasikan Kelonggaran Kredit di Masa Covid-19

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika diminta merealisasi Instruksi Presiden Tentang Relaksasi atau Kelonggaran Kredit bagi warga terdampak Covid-19 di Mimika, termasuk kredit kendaraan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua 2 DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan, Kamis (4/6). Jhon Tie mengatakan, sebagian warga kini seakan lebih takut kebutuhan ekonominya tidak tercukupi ketimbang takut pada penularan virus corona.

Untuk itulah, Pemda Kabupaten Mimika diminta untuk menegakkan realisasi kebijakan Presiden RI tentang relaksasi keringanan kredit bagi pekerja informal berpenghasilan harian, serta usaha mikro dan usaha kecil di Kabupaten Mimika. Instruksi Presiden di tengah pandemi ini sebenarnya sudah sejak dari Bulan April yang lalu.

“Lantaran keluhan dari para profesi tukang ojek dan usaha rental mobil dan sejenisnya yang perlu mendapat kelonggaran cicilan kredit karena penghasilan mereka menurun drastis akibat Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat PSDD di Mimika selama dua pekan ini, saya harap pemerintah bisa realisasikan instruksi Presiden tersebut,” ujarnya.

Jhon Tie itu mengungkapkan, para platform pendanaan kredit motor, mobil, leasing dan dealer kendaraan perlu diberi penegasan agar memberi kelonggaran berupa potongan ataupun penundaan cicilan kredit bagi warga terdampak Covid-19.

Menurutnya, kini sebagian warga seakan tidak takut lagi pada penularan virus corona, tetapi lebih takut kebutuhan mereka dan keluarga tidak terpenuhi, termasuk kebutuhan membayar kredit kendaraan.

Jhon Tie menambahkan, karena desakan ekonomi bisa membuat warga enggan mematuhi peraturan PSDD, yang selanjutnya berakibat lebih panjangnya perjuangan melawan pandemi ini di Mimika.

Oleh karenanya, Bupati sebagai Kepala Daerah tambahnya, perlu memberi penegasan bagi para platform penyedia jasa kredit agar segera merealisasi kelonggaran kredit itu bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Dampak pandemi ini semakin meluas di warga Mimika, tidak hanya menggerogoti kesehatan warga tetapi juga persendian ekonomi warga,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *