oleh

PSDD Diperpanjang, Penerbangan Mulai Dibuka

Eltinus Omaleng, SE MH

 “Jadi karyawan atau buruh, tukang bangunan atau operator, mereka boleh pulang sesuai jam kerja, tidak dibatasi. Mereka kerja seperti biasa,..” kata Bupati Omaleng.


TIMIKA – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH memutuskan perpanjangan masa tanggap darurat dengan menerapkan Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD) selama 14 hari mulai tanggal 5-18 Juni 2020.

Ada beberapa poin Instruksi Bupati yang ditambahkan pada masa PSDD 14 hari kedepan. Salah satunya pembukaan kembali penerbangan. Dimana setiap maskapai komersil yang melayani penerbangan diberi kesempatan melayani penerbangan dua kali seminggu, sesuai rute yang dilayani selama ini.

“Kenapa saya mengizinkan untuk dalam satu minggu dua kali penerbangan terserah Garuda, Batik Air atau Sriwijaya mereka atur jadwal tapi rutenya seperti biasa. Sehingga masyarakat Mimika yang masih banyak di Jakarta terus banyak juga di Timika yang mau keluar inikan kesulitan. Masih banyak juga pejabat di Jakarta, mau kembali susah, sehingga kita tugas dinas susah sehingga pesawat dalam satu minggu dua kali,” ujar Bupati Eltinus Omaleng usai rapat internal bersama OPD di Hotel Grand Mozza, Rabu (3/6) kemarin.

Namun ada syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat atau penumpang yang akan ke Timika, yakni diwajibkan mengantongi surat keterangan sehat dari daerah asal setelah menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test, bahkan bila perlu swab test.

Begitu pula dengan warga Timika yang akan keluar daerah, Pemda Mimika dalam hal ini Dinkes  sudah siap memfasilitasi untuk melakukan rapid test. Di Mimika pemeriksaan cepat tidak dipungut biaya alias gratis.

Perubahan poin lain untuk PSDD periode kedua adalah pemberian izin bagi pihak kontraktor yang menangani proyek pemerintah maupun PT Freeport Indonesia. Dimana tidak ada pembatasan jam dan bisa bekerja normal.

“Jadi karyawan atau buruh, tukang bangunan atau operator, mereka boleh pulang sesuai jam kerja, tidak dibatasi. Mereka kerja seperti biasa, karena 14 hari lalu itu mereka pulang lewat jam 2 langsung dapat pukul. Kalau seperti ini apa yang akan terjadi? ekonomi akan macet,” kata Bupati Omaleng.

Penerapan PSDD bagi masyarakat juga dipahami hanya berlaku mulai pukul 14.00 WIT sampai 06.00 WIT. Sehingga pada pukul 06.00 WIT sampai 14.00 WIT masyarakat masih dibebaskan untuk beraktivitas.

Makanya kata Bupati, pada PSDD selanjutnya sistem akan dirubah. Beberapa alternatif disiapkan, apakah seluruh kegiatan ditutup 24 jam atau sekalian dibebaskan agar ekonomi jalan, pembangunan jalan dan virus tentunya juga tetap mewabah. Sehingga virus corona akan dianggap seperti malaria. Daripada aturan diterapkan tapi tidak dipatuhi .

Masyarakat juga pertanyakan soal bantuan jika PSDD diperpanjang. Mengenai hal itu Bupati Omaleng menyatakan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Sebab penyaluran bantuan sebelumnya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *