oleh

Aktivitas Warga Mulai Dilonggarkan

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika resmi memperpanjang masa tanggap darurat. Tapi bukannya semakin memperketat aturan pembatasan sosial, Pemda Mimika justru mulai melonggarkan aktivitas warga yang disebut dengan istilah pra new normal.

Kesepakatan Bersama yang ditandatangani Kamis (4/6) oleh Bupati Mimika bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Hotel Grand Mozza. Ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama seperti yang dibacakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Mimika, Hendrikus Hayon.

Status pra new normal Covid-19 adalah tatanan kehidupan baru dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan selama 14 hari kedepan. Dimana aktivitas masyarakat di luar rumah mulai pukul 06.00 WIT sampai dengan 19.00 WIT dengan mematuhi protokol kesehatan.

Warga dilarang beraktivitas di luar rumah mulai pukuk 19.01 WIT sampai 05.59 WIT kecuali untuk beberapa sektor seperti logistik, tim kesehatan, tenaga PLN, pekerja dibidang telekomunikasi dan karyawan PT Freeport Indonesia yang direkomendasikan.

Tempat hiburan malam dan penjualan miras juga harus ditutup total. Sekolah dan kampus tetap tutup dan menerapkan belajar dari rumah. Fasilitas publik seperti kantor, tempat peribadatan, pasar, pusat perbelanjaan, toko, kios, restoran dan hotel bisa beroperasi dengan protokol kesehatan.

Alat transportasi roda empat tidak boleh bermuatan lebih dari 50 persen penumpang. Ojek tidak diperbolehkan angkut penumpang kecuali sebagai kurir untuk pengiriman logistik. Penerbangan pesawat komerasial atau penumpang dua kali dalam seminggu untuk masing-masing maskapai penerbangan yang masuk ke Mimika.

Namun penumpang yang masuk ke Mimika wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19 dengan swab PCR test atas biaya sendiri dengan masa berlaku 7 hari. Demikian pula untuk angkutan laut.

Aktivitas perkantoran pemerintahan kembali dibuka pada Senin (8/6) mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi dijelaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra selaku juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian (TGTPP) Covid-19, bahwa tetap prioritas pada pejabat eselon sedangkan staf tetap bekerja dari rumah.

Reynold Ubra mengatakan ini adalah masa untuk pembenahan menuju new normal. Makanya substansi dari penerapan pra new normal adalah menata fasilitas umum dengan protokol kesehatan seperti pasar, rumah ibadah hingga perkantoran.

Indeks penularan atau reproduksi Covid-19 di Mimika sekarang masih ada di angka 2. Artinya satu orang sakit bisa menularkan ke 2 orang. Targetnya adalah menurunkan indeks di bawah angka 1. “Tetapi bagaimana jika tetap sama dengan satu maka akhirnya kita harus berdamai dengan Covid. Artinya kita akan setiap hari bisa terpapar, bisa tertular.  Yang bisa kita lakukan ada protokol kesehatan, tiga hal penting yaitu menjaga jarak baik jarak sosial maupun fisik, tetap gunakan masker dan sesering mungkin cuci tangan,” terang Reynold.

Jika pada masa PSDD adalah membatasi pergerakan masyarakat dengan berorientasi pada pelaku perjalanan maka pra new normal ini mengatur fasilitas umum. Misalnya restoran harus mengatur jarak duduk dan menyediakan tempat cuci tangan. Demikian pula kantor pelayanan publik seperti ASN yang wajib bekerja adalah ASN yang pelayanan esensial. Pimpinan OPD diberi kewenangan untuk memetakan pegawai yang bisa masuk kerja.

Pimpinan OPD juga bisa mengajukan permohonan rapid test bagi pegawainya sebelum masuk bekerja. Selama ini rapid test tidak berbayar atau gratis. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *