oleh

Pemda Tidak Layani Swab, Hanya Rapid Test

“Jadi kami tegaskan, (jika) mau ke Jakarta, kami tidak melayani test PCR. Tetapi kalau kebutuhannya untuk rapid test, maka Pemda Mimika menanggung itu dan gratis,” tandas Reynold Ubra.

Reynold Ubra

TIMIKA – Dalam penanganan Covid-19 termasuk test pemeriksaan, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika selama ini melakukan secara mandiri dan dilakukan gratis. Baik itu rapid test maupun swab PCR yang diprioritaskan untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Dengan dibukanya kembali penerbangan, maka salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh penumpang adalah membawa surat keteragan bebas Covid-19. Sejumlah daerah seperti Makassar dan Jakarta mewajibkan untuk swab test jika ingin dinyatakan bebas Covid-19.

Seperti dalam poin kesepakatan bersama, dimana masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Kabupaten Mimika membawa persyaratan surat keterangan bebas Covid-19 atas biaya sendiri sesuai dengan kebijakan daerah tujuan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan di Hotel Grand Mozza, Kamis (4/6) mengatakan layanan pemeriksaan cepat atau rapid test bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar Mimika masih ditanggung Pemda atau gratis.

Kecuali swab PCR yang tidak bisa dilayani karena masih diprioritaskan untuk pasien Covid-19, PDP, ODP dan OTG. “Jadi kami tegaskan, (jika) mau ke Jakarta, kami tidak melayani test PCR. Tetapi kalau kebutuhannya untuk rapid test, maka Pemda Mimika menanggung itu dan gratis,” tandas Reynold Ubra.

Jadi pelaku perjalanan menyesuaikan dengan permintaan daerah yang dituju. Jika ingin ke Jakarta yang meminta keterangan swab PCR sementara di Mimika tidak layani swab PCR maka bisa pergi mencari kota transit seperti Makassar atau Surabaya untuk periksa swab PCR baru masuk ke Jakarta.

Demikian pula penumpang dari luar yang akan ke Mimika nampaknya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan pemeriksaan. Apalagi syarat yang harus dipenuhi agar bisa ke Mimika adalah sudah menjalani swab PCR dan dinyatakan negatif.

“Jika anda mau datang ke Timika dari Jakarta, Surabaya atau Makassar bawa surat keterangan melalui pemeriksaan PCR. Jika ada pembayaran di daerah asal itu menjadi tanggungjawab sendiri bukan tanggungjawab Pemda Mimika,” tegas Reynold.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan S Purba mengatakan, ada tiga maskapai yang akan melayani penerbangan dari dan keluar Timika, yakni Garuda, Sriwijaya dan Batik Air.

“Sesuai dengan instruksi pemberlakuan Pra New Normal, penerbangan untuk satu maskapai setiap dua kali seminggu, kita ada tiga maskapai, contoh Garuda, besoknya Sriwijaya atau Batik, dan kembali lagi ke Garuda,” ujar Yan.

Untuk perhitungan jumlah penumpang sendiri adalah 50 persen saja dari total keseluruhan kapasitas penumpang dalam satu pesawat.

Dalam membuka kembali fasilitas penerbangan setelah selama kurang lebih dua bulan ditutup, Yan menegaskan jika secepatnya akan dibuka. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan.

“Secepatnya (dibuka) penerbangan, ini saya sudah share ke teman-teman distric manager maskapai penerbangan bahwa Timika sudah open penerbangan,” jelas Yan.

Dengan ditandatanganinya instruksi bupati tadi ungkap Yan, maka layanan penerbangan efektifnya berdasarkan kesiapan maskapai itu sendiri.

Ditambahkanya, untuk layanan kapal laut, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pelni dan ASDP. Berbeda untuk kapal yang memuat cargo maupun pesawat cargo yang tetap beraktivitas normal seperti biasa.

Selain pesawat komersil papar Yan, layanan pesawat perintis dari Timika ke beberapa kabupaten tetangga maupun ke daerah pegunungan di Timika, juga akan tetap melakukan pelayanan seperti biasa. Pada layanan inipun tetap dilakukan protokol kesehatan.

Agar penumpang dari Timika bisa keluar dengan menggunakan maskapai penerbangan, maka harus mengikuti prosedur yakni mengantongi surat kesehatan dari Dinas Kesehatan setelah rapid test atau menyesuaikan ke tempat tujuan. Dan penumpang dari luar Timika harus membawa surat kesehatan setelah mengikuti swab test. “Dari luar Timika ke sini harus rapid test, sehingga diharapkan kita tidak dibebani lagi dengan orang yang terkontaminasi (covid-19) yang masuk ke Timika,” imbuh Yan. (sun/ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *