oleh

Cegah Penyebaran Corona, YPMAK Terapkan Isolasi Asrama

TIMIKA – Guna mencegah penyebaran Covid-19, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) telah menerapkan sistem isolasi asrama bagi para pelajar dan mahasiswa di asrama-asrama pendidikan yang dikelolanya.

Hal itu diungkapkan Direktur YPMAK, Vebian Magal, Kamis (4/6) di ruang kerjanya. Menurut Vebian, sejak wabah Covid-19 merebak di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di seputar Jawa, pihaknya langsung menerapkan isolasi asrama di semua kota studi.

“Begitu wabah corona terjadi, kita langsung isolasi. Jadi kami terapkan, yang berkepentingan di dalam asrama itu tidak boleh keluar, harus tetap di dalam,” ujar Vebian.

Lanjutnya, semua siswa, guru, dan karyawan di asrama harus tetap tinggal di asrama dan tidak boleh keluar untuk melakukan aktivitas di luar gedung asrama.

Walaupun melaksanakan kebijakan isolasi asrama, namun untuk kepentingan logistik bagi pelajar dan mahasiswa, pihaknya tetap menjamin hal ini.

“Untuk keperluan logistik dan sebagainya, kami sudah disediakan dan dipersiapkan oleh para mitra pengelola yang sudah ditunjuk oleh YPMAK,” ungkapnya.

Selain pada pelajar dan mahasiswa, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya juga mengatur sistim untuk para tenaga pengajar. Dimana, para tenaga pengajar ini diberikan pilihan untuk tetap tinggal di dalam asrama atau tetap di rumah masing-masing.

Kepada tenaga pengajar yang tinggal di luar asrama sebutnya, tetap diberikan gaji, namun hanya basicnya saja. Namun, jika tenaga pengajar tinggal di dalam asrama selain gaji, diberikan juga tunjangan.

“Guru yang tinggal di luar tetap dibayar, tapi hanya basic. Kalau di dalam, semua tunjangan dibayarkan. Kami tetap berikan pilihan mau tinggal di dalam atau di luar,” jelas Vebian.

Ditambahkannya, untuk proses belajar mengajar selama masa pandemi Covid-19 ini tetap berjalan seperti biasa, karena sudah dipastikan lingkungan asrama steril dari pihak luar asrama.

“Untuk kegiatan belajar dan mengajar tetap berlangsung seperti biasanya. Hal ini bisa terjadi karena guru dan karyawan tinggal di dalam asrama, kami pastikan asrama steril dari pihak luar,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *