oleh

Soal Ibadah Di Gereja, GKI Masih Menunggu Keputusan Sinode

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika telah memberi izin untuk membuka kembali tempat peribadatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun, Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Mimika yang terdiri dari 31 Jemaat yang tersebar di seluruh Kabupaten Mimika, masih tetap memilih melakukan ibadah di rumah.

Revitalisasi kembali rumah ibadah khusus GKI di Tanah Papua harus berdasarkan keputusan Sinode GKI Di Tanah Papua yang diketuai Pdt Andrikus Mofu, yang rencanya akan diumumkan minggu ini. Pasalnya hingga kini kasus positif Covid-19 di beberapa wilayah di Provinsi Papua terus bertambah, termasuk Kabupaten Mimika.

“Kita tidak serta merta membuka gereja untuk melakukan ibadah minggu seperti dulu meski pun kita sudah mendapat izin untuk itu. Kita juga bersyukur sudah mendapat izin, tetapi kita harus menunggu keputusan Sinode,” kata Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt Lewi Sawor, STh kepada Radar Timika, Minggu (7/6).

Ketika Sinode sudah mengumumkan untuk kembali beribadah di gereja, Pdt Lewi meminta agar setiap jemaat yang ada di wilayah kerja GKI Klasis Mimika harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jika hal tersebut belum dilakukan, maka jemaat tersebut tidak diperbolehkan mengadakan ibadah di gereja tetapi kembali melakukan ibadah di rumah, karena ini menyangkut kesehatan semua anggota jemaat.

Ia pun berpesan kepada anggota jemaat GKI agar tetap sabar menunggu hasil keputusan Sinode, serta tetap meminta ibadah di rumah tetap dijalankan serta terus mendoakan agar wabah virus corona (Covid-19) bisa segera dihapuskan. Dan meminta supaya masyarakat menghilangkan stigma terhadap para pasien Covid-19, tetapi harus saling menopang karena sesungguhnya tidak ada yang ingin diserang wabah ini.

“Bukan kita memberi stigma yang kemudian membuat mereka seakan bersalah, tetapi kita seharusnya memberi mereka dukungan lewat doa supaya mereka bisa menjalani masa perawatan dengan baik dan semangat agar cepat sembuh,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *