oleh

Sekolah Diharapkan Ambil Kebijakan Terkait Pembayaran Pendidikan Siswa

TIMIKA – Dampak dari pandemi Covid-19 dirasakan oleh semua sektor. Salah satu sektor yang paling merasakan dampak ini yakni pendidikan. Sejak diberlakukanya kegiatan pembelajaran dari rumah, sekolah mengalami penurunan pendapatan dari pembayaran biaya pendidikan baik SPP per bulan maupun pembiayaan lainya dari para orang tua murid.

Walaupun mengalami dampak dari pandemi Covid-19 ini, di sisi lain sekolah harus tetap membayar gaji guru dan biaya operasional lain.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yulian Salossa kepada Radar Timika, Selasa (9/6). Dikatakan, sekolah baik negeri maupun swasta merasakan dampak yang sama di masa pandemi ini.

Adanya penurunan pendapatan dari pembayaran SPP oleh orang tua siswa dialami oleh sekolah negeri dan yayasan. Namun, sekolah kata Yulian, diharapkan sekolah mempunyai langkah dan kebijakan agar di masa ini tidak membebani orang tua siswa yang tentu saja lebih susah mendapatkan nafkah.

“Saya harap di masa Covid-19 ini, sekolah baik swasta maupun negeri bisa ada kebijakan agar tidak terlalu membebani orang tua siswa, karena kita lihat sisi pendapatan dari orang tua ini bervariasi,” ujarnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, di masa pandemi ini banyak orang tua yang tidak lagi mempunyai penghasilan tetap. Hal ini menurutnya tentu berdampak pada pembayaran SPP anak mereka ataupun untuk membiayai urusan pendidikan lainya, seperti pelunasan administrasi pendaftaran siswa baru sampai pembayaran sejumlah uang sebelum mendapatkan raport dan ijazah.

“Kami berharap pihak sekolah memberikan kebijakan kepada orang tua terkait pembiyaan anak-anak, seperti anak-anak yang akan mengambil ijazah, untuk pendaftaran siswa baru ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Pihak sekolah sebut Yulian, diharapkan juga tidak otoriter dan tetap bijaksana memahami dan mengerti kondisi perekonomian orang tua di masa pandemi ini.

Ditambahkan Yulian, seperti instruksi Presiden RI, yakni sekolah wajib menamatkan dan meluluskan siswa mereka di masa Covid-19 ini, maka sekolah diharap bijak untuk tidak memberatkan sepenuhnya pembiyaan pendidikan kepada orang tua siswa.

“Saya pikir sekolah tidak usah terlalu memberatkan orang tua siswa terkait dengan pembiayaan siswa, baik sekolah negeri dan sekolah swasta, sekolah tidak boleh menagih di situasi seperti ini. Saya pikir kalau di tingkat PAUD, SD, SMP pengaturan ini sudah berjalan dari dinas (Dinas Pendidikan Mimika),” imbuh Yulian.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *