oleh

369 Warga Terjaring, 12 Positif Rapid Test

TIMIKA – Diterapkannya masa pra new normal maka seluruh masyarakat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 mulai melakukan pengawasan sekaligus penindakan kepada warga yang melanggar.

Pada Selasa (9/6) kemarin, sebanyak 369 orang yang terjaring di tiga lokasi yakni Pasar Sentral, eks Pasar Swadaya dan Pasar Gorong-gorong. 369 orang ini langsung menjalani pemeriksaan antibodi atau rapid test dan hasilnya 12 orang dinyatakan reaktif atau positif rapid test.

Ditemukannya 12 orang dengan antobodi yang reaktif ini dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra, menambah jumlah temuan Orang Tanpa Gejala (OTG). “Ada penambahan 12 OTG hasil dari penjaringan PSDD di pasar sentral siang tadi dari 369 orang yang di rapid test,” terang Reynold Ubra.

Pengawasan dilakukan oleh tim gabungan mulai dari Polres Mimika, Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan. Setiap pengunjung di tiga pasar tersebut dipantau. Yang dinyatakan melanggar seperti tidak menggunakan masker, tidak menggunakan helm yang dilengkapi kaca pelindung wajah langsung disanksi dengan rapid test.

“Kita tetap melaksanakan aktivitas, tapi mohon terapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak. Jika berkendaraan pakai helm, bawa surat kelengkapan kendaraan,” jelas Reynold.

Namun di lapangan, langkah tim tidak berjalan mulus. Seperti di posko pada pintu masuk Pasar Sentral yang terjaring ada 90 orang kemudian didaftarkan. Tapi kemudian hanya 80 yang menjalani pemeriksaan karena 10 diantaranya kabur.

Dari 80 orang yang menjalani rapid test di posko itu 3 orang dinyatakan positif. Tapi seperti yang diungkapkan Usman La Ali Muda selaku koordinator, ada warga dengan rapid test reaktif namun sudah pulang tanpa mendengar hasil. Sehingga tim akan mencari tahu keberadaan warga yang hasil pemeriksannya reaktif. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *