oleh

Paroki Sempan Terapkan Protokol Ketat, GPI Papua Belum Gelar Ibadah

TIMIKA – Salah satu poin dari kesepakatan bersama tentang penerapan pra new normal adalah dibukanya kembali kegiatan peribadatan. Ada yang langsung menggelar ibadah sehari setelah keputusan ditetapkan, namun ada pula golongan agama yang belum.

Gereja Katolik Paroki St Stefanus Sempan yang membawahi empat gereja Katolik di Timika berencana memulai ibadah mulai, Sabtu (13/6) besok. Empat gereja di wilayah Paroki Sempan diantaranya Gereja St Stefanus Sempan sendiri, Gereja St Agustinus Nawaripi, Gereja St Petrus SP 1 dan Gereja Maria Magdalena Kadun Jaya.

Pastor Paroki St Stefanus Sempan, Pastor Maximilianus Dora, OFM ketika ditemui Radar Timika di Hotel Grand Mozza saat menghadiri pertemuan, Kamis (11/6) kemarin, mengatakan sosialisasi sudah dilakukan kepada umat dalam beberapa minggu lalu. Namun apabila ada gereja yang belum siap maka akan dibatalkan untuk menggelar perayaan ekaristi. Tapi menurutnya dari empat gereja tersebut semuanya sudah siap.

Protokol ketat akan diberlakukan pada saat pelaksanaan ibadah. Pihak pengurus gereja sudah menyusun mekanisme peribadatan seperti penambahan jam ibadah menjadi empat kali. Yakni pada Sabtu pukul 17.30 WIT kemudian pada hari Minggu pukul 06.30 WIT, pukul 08.30 WIT dan 16.30 WIT.

Ibadah Sabtu dikhususkan untuk orang muda, yaitu mereka yang sudah melakukan komuni pertama sampai usia 35 tahun dan masih lajang. Sedangkan ibadah hari minggu untuk usia dewasa. Pelaksanaan ibadah juga dijadwalkan berdasarkan wilayah. Ini untuk menghindari umat yang datang sekaligus.

Dari sisi teknis, pihak gereja sudah menyediakan tempat cuci tangan sebanyak 20 buah. Alat pengukur suhu tubuh ada 3 buah yang memang direkomendasikan atau sesuai standar. Sebelum memasuki ruang gereja, umat harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Kesiapan lain dalam gereja dikatakan Maxi, jika biasanya gedung gereja bisa menampung sampai 2 ribu orang, tapi karena harus dilakukan social distancing atau jaga jarak maka dibatasi hanya 670 orang. Bahkan akan dikurangi lagi sampai 500 orang saja dalam gereja. Tapi halaman gereja juga akan dimanfaatkan dengan menyediakan tenda dan bangku. Bahkan bagi umat diperbolehkan mengikuti ibadah dari dalam kendaraan.

Pastor Maxi juga menyatakan, umat usia 0 tahun sampai yang belum komuni pertama tetap beribadah di rumah dan mengikuti ibadah melalui live streaming. Demikian pula yang berusia 65 tahun ke atas untuk sementara tidak diperkenankan ibadah di gereja. Juga umat yang sakit dengan gejala sakit tenggorokan, batuk dan flu tetap ibadah di rumah.

“Tim gugus sudah datang ke gereja. Kami akan mengundang lagi untuk datang dalam beberapa hari kedepan apakah sudah layak untuk ibadah hari minggu atau belum,” terangnya.

Ia berharap umat tetap mengikuti anjuran pemerintah agar bisa terhindar dari penularan virus corona atau Covid-19.

“Kita ikuti anjuran kita hidup, kita selamat. Anjuran yang disampaikan pemerintah bukan untuk menakuti tapi demi keselamatan kita. Sehingga harus taati itu,” tegasnya.

Sementara itu Ketua GPI Papua Klasis Mimika, Pdt Donald Salima pada kesempatan yang sama mengakui jemaat sudah rindu untuk beribadah di gereja. Tapi sampai saat ini khusus GPI Papua secara lembaga masih menunggu instruksi secara tertulis dari Badan Pekerja Sinode.

“Dengan demikian kebijakan Pemda kaitan pra new normal, GPI Papua belum bisa buka gereja untuk ibadah bersama dengan umat,” terangnya.

Melihat situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, GPI Papua menjadikan umat sebagai pertimbangan utama yang harus dijaga dalam keadaan apapun. Untuk itu setiap jemaat GPI Papua di wilayah Klasis Mimika sudah diberitahu untuk bisa mematuhi instruksi lembaga.

“Jadi kami tetap taat pada azas kelembagaan kami,” ujar Donald.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *