oleh

Pelni Belum Buka Loket Tiket Penumpang

TIMIKA – Meskipun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika telah memberi izin untuk membuka kembali akses masuk dan keluar baik udara maupun laut selama pemberlakuan pra new normal, angkutan pelayaran PT Pelni Timika hingga kini belum membuka layanan pembelian tiket penumpang seperti yang telah dilakukan maskapai penerbangan. Pasalnya Pelni masih menunggu jadwal kapal dari Pelni pusat.

Kepala PT Pelni Timika, Dadang Rukmana saat ditemui Radar Timika, Kamis (11/6) di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Pomako, mengatakan jadwal kapal/emplooy belum ada atau terbit dari PT Pelni pusat, sehingga ia meminta masyarakat untuk sabar menunggu jadwal pemberangkatan dan kedatangan kapal.

Namun meskipun jadwal keberangkatan belum ada, Pelni Timika telah membuat persyaratan khusus bagi masyarakat yang nantinya ingin melakukan perjalan menggunakan kapal Pelni. Dimana bagi calon penumpang yang bekerja pada lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia harus memenuhi persyaratan seperti, harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 dari daerah tujuan atau pelabuhan tujuan.

Kemudian menujukkan hasil negatif Covid-19 PCR atau rapid test yang berlaku selama 7 hari sebelum keberangkatan atau disesuikan dengan persyaratan dari Pemda tujuan. Termasuk menunjukkan surat tugas bagi ASN, TNI/POLRI yang ditandatangani oleh pejabat minimal setinggi Eselon 2, bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus memiliki surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai yang diketahui oleh lurah atau kepala desa setempat, serta menunjukkan identitas KTP atau tanda pengenal lainnya.

Bagi calon penumpang sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau calon penumpang yang anggota keluarga intinya seperti orang tua, suami/istri, anak atau saudara kandung sakit keras atau meninggal, dapat melakukan perjalanan setelah memenuhi persyaratan seperti memiliki SIKM dari Tim Gugus Covid-19 daerah tujuan atau pelabuhan tujuan, menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan PCR atau rapid test yang berlaku selama 7 hari sebelum keberangkatan atau disesuikan dengan persyarataan Pemda tujuan, menunjukkan KTP atau identitas sah lainnya, menunjukkan surat rujukan dari RS untuk pasien non Covid-19 yang akan melakukan pengobatan di tempat lain dan menunjukkan surat kematian dari tempat anggota keluarga yang meninggal.

Dan untuk calon penumpang sebagai repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal dengan persyaratan menunjukkan KTP, menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri), menunjukkan surat keterangan dari Universitas atau sekolah bagi mahasiswa atau siswa, menunjukkan hasil negatif swab atau PCR atau rapid test dan proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh lembaga Pemerintah, Pemda, swasta dan universitas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *