oleh

DLH Diminta Tambah Lokasi TPS

TIMIKA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta untuk menambah fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) khususnya di area pemukiman yang padat penduduk.

Anggota Komisi C DPRD, Novian Kulla kepada Radar Timika, Rabu (10/6) mengatakan, penambahan fasilitas TPS ini harus menjadi perhatian pemerintah, sebab kini di area pemukiman warga yang padat, sampah-sampah menumpuk hingga menutupi jalan masuk ke perumahan warga.

Novian Kulla

Sampah-sampah tersebut menutupi jalan masuk ke perumahan warga akibat mereka kebingungan untuk membuang sampah karena tidak tersedianya fasilitas TPS.

Novian berharap DLH menyediakan beberapa lokasi TPS di beberapa lorong atau gang yang ada di Kota Timika. “Warga ini banyak yang mengeluh langsung, mereka bingung di mana tempat pembuangan sampah, karena beberapa TPS yang biasa mereka jadikan tempat buang sampah ditutup, jadi mereka harap ada fasilitas TPS yang disediakan DLH,” ungkapnya.

Lanjut Novian,  warga menyampaikan bahwa mereka kesulitan harus membuang sampah setiap hari, karena tidak adanya TPS yang terdekat.

Untuk itulah, warga yang kebingungan dengan tidak tersedianya fasilitas tempat pembuangan sampah, maka terpaksa mereka membuang sampah di depan lorong masuk perumahan.

Jika sampah-sampah ini tidak diangkut selama satu hari saja, maka lorong masuk ke perumahan warga ini sudah penuh dan terpaksa masyarakat juga kesulitan untuk melewati jalan.

“Karena bingung dan tidak tahu harus membuang sampah kemana,  banyak warga terpaksa membuang sampah di depan lorong dan bahkan jalan lorong dan gang,  sehingga mengganggu warga yang berada di sekitar situ dan juga membuat keindahan kota Timika semakin tidak asri,” jelas Novian.

Politisi Partai Nasdem ini mencontohkan warga yang tinggal di Jalan C Heatubun mengeluhkan karena TPS yang pernah berada di sekitar Eks Incubator Kelurahan Kwamki kini telah ditutup dan warga tida tahu harus membuang sampah kemana.

“Warga mengakui kesulitan membuang sampah yang lokasi TPS sangat jauh dari pemukiman warga. Warga yang tinggal di kos-kosan mengeluh lokasi TPS tidak ada disekitar pemukiman mereka, sehingga terkadang mereka membuang di depan lorong yang sebenarnya mengganggu kenyamanan warga yang berada di sekitar lokasi pembuangan sampah tersebut,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *