oleh

300 KK Kampung Gimbi Mendapat Bantuan Sembako JPS

TIMIKA- Sebanyak 300 Kepala Keluarga Kampung Gimbi Distrik Kuala Kencana yang terdampak Covid-19, mendapat bantuan sembako dari penerima manfaat Jaringan Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari pencairan Dana Desa (DD) tahap pertama, Sabtu (13/6) di Balai Kampung Gimbi.

DD yang sebelumnya digunakan untuk pembangunana sarana dan prasarana, yang bermanfaat bagi masyarakat kini memang difokuskan untuk penanganan Covid-19. Termasuk bantuan sembako sebagaimana Permendesa Nomor 11 Tahun 2019 tentang penggunaan prioritas penggunaan desa tahun 2020 secara eksplisit ditekankan, bahwa dana desa bisa dipakai untuk langkah-langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar.  Khususnya di bidang kesehatan masyarakat desa, antara lain diatur tentang mengampanyekan pola hidup sehat dan bersih di desa.

Penyerahan sembako ini dilakukan langsung oleh Kepala Kampung Gimbi, Wiles Waker didampingi Ketua Babuskam, Wilem Waker berjalan dengan baik. Masing-masing KK mandapat beras, gula, kopi, sabun cuci, minyak goreng vetsin dan garam. Adapun dana yang digunakan untuk membeli sembako tersebut Rp 80 juta, menggunakan DD.

Wiles menjelaskan sebenarnya dana yang dianggarkan pemerintah untuk membeli sembako hanya Rp 50 juta, tetapi karena warga Kampung Gimbi yang terdampak Covid-19 banyak, sehingga pihak kampung memutuskan untuk menambah Rp 30 juta dari total Dana Desa pada tahap pertama yakni Rp 133 juta. Pasalnya, dari 300 KK yang terdaftar ini merupakan warga, yang memang tidak memiliki pekerjaan tetap seperti petani, tukang ojek dan juga buruh bangunan.

“Hanya Rp 50 juta tetapi kita tambah lagi karena dari 14 RT ini ada 300 KK yang memang tidak mampu. Yang PNS, karyawan dan pengusaha tidak kita kasih karena mereka itu tergolong mampu. Yang tidak mampu saja yang kita kasih,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan sembako dan BLT yang akan diberikan bisa membantu warga Kampung Gimbi, yang memang selama wabah Covid-19 mengaku kekurangan penghasilan, bisa terbantu dan mengurangi sedikit beban keluarga, khususnya dalam hal kebutuhan sehari-hari.

“Kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan ada.  Kita diminta untuk tetap menjaga waspada dengan rajin cuci tangan dan jaga jarak dan tetap di rumah jika tidak ada kerjaan di luar,” tutupnya. (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *