oleh

54 Persen Pasien Covid Sudah Sembuh

TIMIKA – Trend angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Mimika terus meningkat. Pada Minggu (14/6) kemarin, 24 orang pasien sekaligus dinyatakan sembuh. Ini membuat angka kesembuhan kini lebih dominan dibanding pasien yang masih aktif, sekalipun ada penambahan kasus baru.

Total kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Mimika saat ini sebanyak 335. Terjadi penambahan 4 kasus baru, dimana satu dari RSUD Mimika, satu dari RSMM dan 2 dari RS Tembagapura. Dari 335 total kasus itu, tersisa 148 pasien atau 44 persen. Angka ini lebih rendah dibanding jumlah kasus sembuh yang sudah mencapai 181 pasien atau 54 persen. Sedangkan pasien meninggal tetap di angka 2 persen.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan melalui video conference yang difasilitasi Diskominfo Mimika, Minggu (14/6) kemarin menyatakan, ini merupakan gambaran positif. 24 pasien sembuh dalam sehari merupakan capaian tertinggi sejak Covid-19 mewabah di Mimika.

Kesembuhan pasien sangat dipengaruhi dari gejala yang dialami. Dimana pasien yang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya lebih sedikit karena membutuhkan perawatan yang lama. Bahkan ada pasien yang ketika swab kedua dan ketiga masih menunjukkan hasil positif Covid-19.

Dalam sebulan terakhir, sebagian besar kasus yang ditemukan atau 95 persen adalah yang status Orang Tanpa Gejala (OTG). “Status OTG ini pengaruhi kesembuhan dibandingkan yang ditetapkan PDP,” ujar Reynold.

Penemuan kasus di Mimika diprediksi akan semakin meningkat dalam pekan ini karena mesin PCR di RSUD Mimika sudah dioperasikan. Sehingga menambah mesin PCR di Mimika yang sebelumnya sudah ada di Klinik Kuala Kencana.

Kapasitas mesin PCR di RSUD Mimika sebenarnya bisa 200 spesimen, tetapi untuk tahapan beberapa hari ke depan untuk 100 spesimen dan disesuaikan jumlah tenaga serta reagen yang tersedia. Mesin PCR di RSUD standarnya sama yang digunakan Litbangkes yang hanya membaca dua hasil yaitu positif dan negatif, tidak ada yang abu-abu.

Bertambahnya angka kesembuhan juga berdampak pada perubahan status wilayah. Kelurahan Wanagon dan Kampung Hiripau yang sebelumnya zona kuning kini sudah dinyatakan bebas atau masuk zona hijau.

Tapi menurut Reynold secara keseluruhan pandemi Covid-19 di Mimika belum mencapai puncak. Tetapi jika dipetakan berdasarkan distrik, maka Tembagapura sudah melewati puncak. Ini menandakan bahwa Mimika belum bisa melangkah ke era new normal dan harus tetap pada masa pra new normal.

Situasi pandemi Covid-19 di Mimika kata Reynold akan bisa terbaca dalam dua pekan kedepan, apalagi dengan dioperasikannya mesin PCR di RSUD Mimika yang bisa menghasilkan pemeriksaan dalam 24 jam. Tidak seperti beberapa bulan terakhir dimana sebagian spesimen masih dirujuk ke Jayapura dan membutuhkan waktu lama.

Dengan masa pra new normal yang masih diterapkan, maka masyarakat Mimika diharap mematuhi protokol kesehatan agar rantai penularan Covid-19 di Mimika benar-benar bisa terputus. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *