oleh

RSUD Sudah Rujuk 1.011 Spesimen

TIMIKA – Hingga Sabtu (14/6) lalu. kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan real time PCR sudah mencapai 331 kasus. Dari 331 kasus itu, 271 diantaranya dinyatakan positif pada pemeriksaan pertama. Selebihnya, baru terkonfirmasi positif pada pemeriksaan kedua dan ketiga.

Dari sisi layanan dipaparkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan, rumah sakit yang paling banyak melakukan pemeriksaan atau merujuk spesimen pasien terduga Covid-19, adalah RSUD Mimika sebanyak 1.011 spesimen. Hasilnya 114 atau 11,28 persen yang dinyatakan positif Covid-19.

Rumah Sakit Tembagapura berada di urutan kedua, fasilitas kesehatan yang merujuk spesimen dengan total 425. Meski lebih sedikit dari pada spesimen yang dirujuk RSUD, namun hasil yang menunjukkan positif Covid-19 jauh lebih banyak yakni 149 atau 35,06 persen.

Sementara RSMM hingga kini baru merujuk 126 spesimen, dan ternyata 8 positif Covid-19 atau 6,35 persen. Dengan demikian kata Reynold total spesimen yang dirujuk untuk pemeriksaan pertama kali, sebanyak 1.562 dan 271 atau 17 persen yang dinyatakan positif.

Sejak temuan kasus pada akhir Maret 2020 lalu hingga (13/6) trend spesimen yang dinyatakan positif tertinggi terjadi pada April lalu. Sebab pada akhir Bulan Maret, dari 11 spesimen yang dirujuk ada 3 yang dinyatakan positif. Kemudian pada Bulan April meningkat jadi 54 kasus positif dari 191 spesimen atau orang yang diperiksa.

Pada Bulan Mei sendirim dari 910 spesimen yang dirujuk ada 174 spesimen atau 19,12 persen. Selanjutnya hingga pekan kedua Juni dari 449 spesimen yang diperiksa, hasilnya 40 yang dinyatakan positif Covid-19.

Melihat trend ini dijelaskan Reynold, memberikan gambaran bahwa jumlah kasus terbanyak dari ketiga rumah sakit, yang merujuk spesimen ada pada Bulan April dan cenderung menurun di pekan kedua Juni.

“Semoga kita lihat di dua minggu ke depan bagaimana persentase positif dari spesimen yang diperiksa. Akan dibandingkan dengan rapid test massal, di kelurahan akan dilakukan secara random. Kita akan bandingkan apakah ada korelasi,” terangnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *