oleh

22 Pelajar Terinfeksi Covid-19

TIMIKA – Total kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika sudah mencapai 335. Dimana 22 diantaranya adalah kategori pelajar. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan melalui video conference, Senin (15/6) kemarin.

Pada Senin (15/6) kemarin tidak ada penambahan kasus baru. Reynold mengungkapkan dari 94 spesimen yang diperiksa oleh tim RSUD Mimika yang sudah melakukan pemeriksaan real time PCR secara mandiri, belum ditemukan kasus positif. Sehingga secara kumulatif masih 335 kasus dengan 148 kasus aktif. Pasien sembuh 181 orang dan meninggal dunia 6 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kembali bertambah sehingga jumlahnya jadi 11 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 25 dilaporkan sembuh dan 2 ODP baru sehingga totalnya 776 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 46 orang, dimana 45 diantaranya adalah pelaku perjalanan yang mengurus surat keterangan sehat, tapi hasil pemeriksaan rapid test menunjukkan reaktif antobodi dan harus isolasi mandiri.

Dari 335 kasus dipaparkan Reynold, 77 persen berjenis kelamin laki-laki dan 23 persen perempuan. Dari sisi pekerjaan yang terbanyak adalah karyawan swasta, namun bukan hanya di Tembagapura,  tetapi juga di seputaran Kota Timika sebanyak 186 orang atau 55,52 persen.

Urutan kedua adalah profesi ASN, baik PNS maupun honorer dengan total kasus 41 atau 12 persen. Selanjutnya anggota TNI dan Polri di urutan ketiga sebanyak 21 kasus atau 6 persen. Pasien berusia bayi, balita dan belum bekerja ada 29 kasus. “Pelajar SD sampai SMA keseluruhan kasus ada 22,” terangnya.

Reynold juga mengungkapkan bahwa 270 pasien dari total 335 kasus tidak memilki penyakit penyerta dan memiliki peluang sembuh lebih cepat. Selebihnya adalah pasien dengan beberapa jenis penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, asma dan lainnya.

Ditambahkan Reynold, dengan dioperasikannya mesin PCR di RSUD Mimika maka setiap hari akan dilaporkan hasil pemeriksaan. Sampel yang bisa diperiksa antara 94 sampai 96 spesimen. Bahkan rencananya pengambilan sampel swab akan dilakukan secara terpadu di Puskesmas. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *