oleh

Stabilkan Harga Gula, Disperindag Lakukan Operasi Pasar

TIMIKA – Untuk menstabilkan harga gula di pasaran yang kini masih bertahan pada harga Rp 20 ribu per kilogram, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika menggelar operasi pasar dengan melibatkan CV Senja Indah, untuk kemudian disalurkan ke beberapa toko lainnya yang tersebar di sejumlah lokasi. Yakni Toko HS yang beralamat di Jalan Cenderawasih, Ria Jaya di Jalan Trikora SP 3, Kelapa Gading SP 3, Margomulyo Nawaripi, Utukini di Ahmad Yani, Senja Indah Mart di Hasanuddin, ibu Yanti di Kompi D, Jaya Sentosa di SP 2, H Darwis di SP 3, Aleya Jaya di Pondok Amor dan Sinar Maros di Jalan Yos Sudarso.

Gula yang didatangkan dari PT Makassar Tene ini dijual dengan harga Rp 14 ribu per kilogram, dimana dalam setiap pembelian masyarakat hanya diperbolehkan membeli maksimal 100 kg. Pasalnya gula yang tersedia hanya 42 ton. Namun kembali disesuaikan dengan stok yang ada di masing-masing toko yang menjadi mitra CV Senja Indah.

“Sebelumnya kita mengeluarkan surat rekomendasi, karena tanpa surat rekomendasi dari Disperindag permintaan gula ke PT Makassar Tene ini tidak ada disetujui. Kita minta 49 ton, tetapi yang disetujui 42 ton. Dan sekarang kita sudah salurkan ke beberapa toko untuk dipasarkan kepada masyarakat,” kata Sekretaris Disperindag Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, Selasa (16/6).

Yoga mengatakan, informasi operasi pasar gula ini sudah disampaikan juga kepada distrik untuk kemudian menyarankan para pelaku usaha dalam hal ini pedagang yang ada di wilayah masing-masing distrik untuk mengambil gula di toko-toko tersebut.

“Kami sudah fasilitasi untuk Distrik Amar, dimana pelaku usaha yang ada di sana sudah mengambil gula di toko-toko ini, sehingga di sana juga harga gula akan stabil,” tuturnya.

Dengan adanyanya operasi pasar gula ini, ia berharap masyarakat bisa terbantu khususnya bagi para pengusaha kue dan jajanan lainnya yang komposisinya membutuhkan gula. Keluhan atas kenaikan harga gula bukan hanya terjadi di Kabupaten Mimika, tetapi di semua wilayah yang ada di Indonesia, khususnya gula merek ‘Gulaku’ yang memang melambung hingga Rp 25 ribu per kilonya.

“Kita adakan operasi pasar ini supaya keluhan harga gula di masyarakat yang sudah terjadi sejak awal wabah Covid-19 ini bisa diringankan. Memang meningkat tetapi itu karena memang bukan cuma di sini saja,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *