oleh

Tersangka Kasus Penganiayaan di Busiri Terancam Penjara 15 Tahun

TIMIKA- Penyidik Satreskrim Polres Mimika kini telah menetapkan pelaku berinisial MP (50), sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban Tadius Akimuri (16) meninggal dunia, pada Minggu (15/6) lalu di Jalan Busiri ujung.

Hal ini disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Burhanuddin Hanafi, SH SIK MH ketika ditemui Radar Timika, Senin (16/6) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Kasat Reskrim menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi dan tersangka sendiri, diketahui bahwa MP merupakan pelaku tunggal dalam kasus tersebut.

“Sementara pelakunya tunggal, dan kita sudah periksa dua orang saksi yang saat itu berada di TKP,”tuturnya.

Lalu kata AKP Hanafi bahwa untuk tersangka MP sendiri, dipersangkakan Pasal 338 KUHP yang berbunyi,  “Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”.

Dan Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang berbunyi, “Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”.

“Masih terus kita lakukan pengembangan, guna keperluan penyidikan,”sambung Kasat Reskrim.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mimika juga mengatakan terkait dengan kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban Tadius Akimuri meninggal dunia itu, kini dalam penanganan Polres Mimika.

“Polres Mimika tetap mengutamakan penegakan hukum terhadap oknum warga yang melakukan tindak pidana,”tegas Kapolres.

Lanjutnya bahwa untuk menghindari jangan sampai terjadi konflik antar kelompok masyarakat, akibat kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban Tadius Akimuri meninggal dunia itu, maka Polres Mimika telah melakukan upaya mediasi antara para tokoh dari kedua kelompok masyarakat itu.

“Kami berusaha untuk lakukan mediasi, untuk menghindari terjadinya gangguan kamtibmas dampak dari kejadian yang terjadi itu. Jadi kami harapkan semua masyarakat agar patuh terhadap aturan hukum,”ucap AKBP Era.

Untuk diketahui bahwa korban Tadius Akimuri meninggal dunia, setelah dianiaya oleh tersangka MP dengan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Yang mana kejadian bermula saat tersangka MP bersama beberapa temannya sementara bermain kartu di rumah, tiba-tiba korban bersama rekan-rekannya datang dan membuat keributan.

Tersangka yang saat itu mencoba untuk menegur korban bersama rekan-rekannya, malah dilempari dengan menggunakan batu.

Kemudian tidak terima dengan ulah yang dilakukan korban dan rekan-rekannya, tersangka MP kemudian mengambil parang dan mengejar korban bersama rekan-rekannya. Namun pada saat itu, korban dan rekan-rekannya langsung mengeroyok tersangka MP.

Karena merasa terdesak, tersangka MP saat itu langsung mengayunkan parang ke arah korban, yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada kepala dan lengan kanan dan meninggal dunia.

Kemudian pada Minggu sekitar pukul 10.30 WIT, rekan-rekan korban yang tidak terima dengan kematian korban, langsung melakukan aksi pemalangan pada ruas Jalan Busiri dan Yos Sudarso dengan mengunakan balok kayu.

Polisi yang mendapat laporan terkait aksi palang jalan itu, langsung mendatangi lokasi pemalangan untuk melakukan pengamanan dan membuka palang. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *