oleh

300 Personel TNI dan Polri Disiagakan

Mengantisipasi Dampak Putusan Sidang Kasus Makar di Kalimantan Timur

TIMIKA – Ratusan personel gabungan TNI dan Polri disiapkan untuk mengantisipasi adanya potensi gangguan kamtibmas di Timika, terkait rencana sidang beragenda pembacaa putusan kasus makar dengan terdakwa Buchtar Tabuni, Stefanus Itlay dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (17/6) hari ini.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK yang ditemui wartawan usai menggelar pertemuan dengan para Komandan Satuan (Dansat) TNI dan Polri di Mimika, Selasa (17/6) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan terkait situasi kamtibmas saat ini di Kabupaten Mimika masih sangat kondusif. Hanya saja pihak TNI dan Polri tetap menyiagakan personel guna mengantisipasi adanya aksi setelah adanya putusan terhadap perkara makar.

“Tadi (Kemarin red) kami sudah undang para Dansat untuk pertemuan bahas hal itu, yang jelas hasil pemetaan kita di lapangan kemungkinan tetap kondusif. Tapi kami tetap antisipasi, dengan menyiagakan personel di masing-masing Mako. Begitu ada pergerakan dan eskalasi meningkat, maka anggota kami sudah siap,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan juga mengatakan bahwa aparat TNI yang ada di Kabupaten Mimika akan mendukung penuh pihak kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika.

“Kita mendukung Polri, kita mendukung pemerintah daerah dan kita mendukung kepentingan masyarakat,”tegasnya.

Letkol Nainggolan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika, agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi dalam bentuk apapun yang nantinya mencoba mengganggu situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika.

“Kita aparat gabungan akan lakukan sweaping miras, sajam dan kita juga akan lakukan penyekatan-penyekatan di titik-titik di sejumlah titik. Semua itu untuk kepentingan kamtibmas di Mimika,” paparnya.

Sementara itu, Kabagops Polres Mimika, AKP Andhyka Aer menambahkan, jumlah personel yang disiapkan sebanyak 300 orang yang selain akan disiagakan di markas, juga akan disebar di sejumlah titik yang dianggap rawan atau titik strategis mobilisasi masyarakat.

“Ada empat, yakni Bendungan di Jalan Sosial, Gorong-gorong, Timika Indah dan daerah sekitar Petrosea,” ujarnya.

AKP Andyka Aer menekankan, diterjunkannya aparat keamanan tersebut sekaligus untuk mengantisipasi adanya kumpulan warga di masa pandemi. Katanya, situasi Kamtibmas harus tetap terpelihara.

Mengenai kemungkinan adanya aksi demonstrasi maupun aksi yang melibatkan massa, Kabagops mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerbitkan izin keramaian. “Sampai saat ini pun tidak ada izin keramaian yang kami keluarkan,” tuturnya. (tns/dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *