oleh

Kepala Sekolah Negeri Siap Dicopot, Bila Tarik Iuran Masuk Siswa Baru

Swasta Diharap Tidak Terlalu Membebani

TIMIKA – Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Mimika, Jeni O Usmany mengatakan dengan tegas, siap mencopot kepala sekolah negeri baik jenjang SD maupun SMP, apabila menarik iuran masuk siswa baru dalam pendaftaran di tahun ajaran 2020-2021.

Ditemui Radar Timika, Selasa (16/6) di SMP Negeri 2 Mimika, Jeni mengatakan apabila pada penerimaan siswa baru di tahun ini masih ada sekolah negeri yang menarik iuran, maka ia mempersilahkan orang tua ataupun masyarakat bisa langsung melaporkan masalah ini, kepada Dinas Pendidikan Dasar melalui Kasubag Program.

Ketegasan akan mencopot jabatan kepala sekolah ini sebut Jeni, akan ia lakukan sebab disadarinya, di tengah pandemi Covid-19 ini, semua masyarakat merasakan dampak khususnya di ekonomi yang semakin merosot tajam. Orang tua yang kesulitan ekonomi sebut Jeni, diharapkan tidak dipersulit lagi, dengan sejumlah biaya pendaftaran untuk masuk sekolah.

“Kalau saat ini ada sekolah negeri yang masih pungut iuran masuk pendaftaran siswa baru, maka kepala sekolahnya kita dicopot. Kami mau yang memberikan informasi itu identitasnya jelas, perlu dipertanggungjawabkan,” tegas Jeni.

Dijelaskan Jeni, untuk penerimaan siswa baru tahun ini akan dilakukan setelah penerimaan rapor di akhir Juni.

Di masa pandemi ini sebutnya, dalam penerimaan siswa baru, tetap mengacu pada protokol kesehatan. Untuk sekolah negeri, penerimaan siswa baru menggunakan sistim zonasi. Sebanyak 20 persen afirmasi, 20 persen prestasi, 50 persen zonasi dan 10 persen karena faktor keikutsertaan anak, mengikuti perpindahaan pekerjaan orang tua.

Di masa pandemi ini jelas Jeni, memang yang paling dikhawatirkan adalah masalah biaya. Maka, ia kembali menegaskan jika penerimaan siswa baru di sekolah negeri gratis.

“Untuk sekolah negeri gratis, jadi saya juga sudah memerintahkan sekolah negeri tidak ada biaya. Termasuk biaya olahraga, pandemi ini tidak ada orang olahraga,” jelas Jeni.

Lanjutnya, ia berharap agar masyarakat yang mengetahui jika ada sekolah negeri yang melakukan pungutan, maka harus melapor ke dinas disertai dengan bukti. Ia akan mengambil tindakan tegas kepada sekolah negeri yang menarik biaya kepada orang tua. Ketegasan ini akan ia ambil sesuai dengan instruksi bupati kepada dinas. Sementara untuk sekolah yayasan dan swasta, pihaknya juga berharap agar mereka tidak terlalu membebani orang tua siswa.

“Di situasi begini orang makan saja susah, jadi jangan bebani orang tua dengan sesuatu yang tidak penting,” imbuh Jeni. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *