oleh

Pemda Terapkan Adaptasi Hidup Baru

New Normal dengan Sejumlah Ketentuan

TIMIKA – Masyarakat kini diharuskan hidup ‘berdampingan’ dengan virus corona atau Covid-19. Apalagi di Mimika angka kematian kasus Covid-19 hingga Kamis (18/6) hanya 6 atau di bawah 2 persen dari total kasus. Angka kesembuhan juga semakin melaju, berbanding terbalik dengan penambahan kasus. Dari perhitungan epidemiologi, indeks reproduksi Covid-19 di Mimika sudah di bawah angka 1 (satu).

Inilah yang menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika untuk mengambil kebijakan menerapkan new normal atau adaptasi hidup baru. Kebijakan ditetapkan dalam Kesepakatan Bersama Nomor 443.1/517 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 Adaptasi Hidup Baru di Mimika yang ditandatangani oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam pertemuan di Hotel Grand Mozza, Kamis (18/6) yang dipimpin Bupati Eltinus Omaleng, menetapkan perpanjangan status tanggap darurat dengan konsep adaptasi hidup baru atau new normal dengan sejumlah ketentuan.

Menurut Bupati Omaleng, sebenarnya konsep new normal atau adaptasi hidup baru sudah diterapkan sejak dua pekan berlalu yang disebut pra new normal. Konsep yang sama pun akan diterapkan di masa adaptasi hidup baru, yakni adanya pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah hanya bisa mulai pukul 06.00 WIT sampai pukul 19.00 WIT. Bedanya, tidak ada lagi penyekatan atau penjagaan di jalan.

Poin-poin kesepakatan sebagian besar tidak berubah seperti tempat hiburan malam dan penjualan miras yang harus tutup total. Aktivitas persekolahan atau perkuliahan masih menerapkan belajar dari rumah. Yang berubah hanya kebijakan mengenai ojek yang kini diperbolehkan mengangkut penumpang, asalkan menggunakan masker.

Bupati Omaleng menyatakan masyarakat harus bisa beradaptasi dengan pola hidup baru. Sebab wabah Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. New normal diterapkan demi menyelamatkan ekonomi masyarakat tapi bukan berarti dibebaskan.

“Masyarakat boleh bebas tapi dengan syarat tetap pakai protokol covid-19, tetap pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Tiga hal tetap dilakukan oleh masyarakat sehingga dengan sendirinya jadi kebiasaan. Hidup baru artinya kebiasaan dengan cuci tangan, pakai masker, jaga jarak,” beber Bupati Omaleng.

Pembatasan masih tetap dilakukan. Tapi tidak diperketat lagi seperti sebelumnya. Petugas tidak lagi berjaga di jalan tapi di masa adaptasi ini akan melakukan pengawasan di tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, pasar dan lainnya untuk memantau penerapan protokol kesehatan.

Fasilitas publik yang memiliki ruangan terbatas juga diminta menyediakan tenda di luar gedung. Seperti bank, untuk menghindari adanya penumpukan nasabah dalam satu ruangan yang sempit. Dalam kesepakatan bersama ini menjadi poin pembicaraan, dimana nasabah tidak boleh lagi antri berdesakan dalam ruangan, sehingga pihak bank harus memasang tenda di luar.

Penerbangan ke wilayah pedalaman juga akan mulai dibuka. Bupati menyatakan, ia sudah menandatangani surat persetujuan demi melayani masyarakat agar ekonomi di tingkat distrik dan kampung tidak mandek karena adanya pembatasan penerbangan.

Kebijakan new normal ditegaskan Bupati Omaleng bukan dilakukan begitu saja, tapi ada dasarnya. Ia menilai Mimika sudah berhasil menangani Covid-19. Itu tergambar dari tingginya angka kesembuhan dibanding penambahan kasus yang dalam dua pekan terakhir mulai menurun.

“Jadi kita anggap Mimika sudah berhasil tangani Covid-19 ini, sehingga kita ambil langkah new normal,” tegasnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM menambahkan, dari hasil evaluasi untuk penanganan kesehatan, indeks reproduksi Covid-19 di Mimika sudah berada di bawah angka 1 tepatnya 0,7. Sesuai aturan ini sudah memungkinkan untuk diterapkannya new normal.

“Tapi bukan berarti orang aktivitas normal, kita masih adaptasi. Sehingga pengawasan dilakukan justru siang hari untuk penerapan protokol Covid-19. Mulai dari peralatan, fasilitas, sarana prasarana dan perilaku di semua tempat, di semua sektor,” tutupnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *