oleh

Calon Penumpang Bisa Langsung ke Puskesmas

Tak Perlu Surat Permohonan

TIMIKA – Pengurusan surat keterangan sehat bebas Covid-19 bagi para pelaku perjalanan atau calon penumpang mulai berbayar sebesar Rp 600 ribu. Tapi dari sisi proses pengurusan sudah dipermudah, dimana warga tak perlu lagi mengajukan surat permohonan seperti dua minggu terakhir.

Berdasarkan kebijakan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19, setiap penumpang yang berasal dari luar Mimika kini cukup dengan rapid test. Aturan ini juga disesuaikan dengan kebijakan dari tingkat pusat maupun provinsi.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra kepada wartawan Sabtu (21/6) melalui video conference mengatakan Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2020 tentang Tarif Pelayanan Pemeriksaan Rapid Test sudah diterbitkan dan mulai berlaku.

Untuk itu para pelaku perjalanan yang akan mengurus surat keterangan bebas Covid-19 mulai dikenakan biaya. Namun tidak perlu lagi melalui proses pengajuan permohonan termasuk surat keterangan dari kelurahan. Warga bisa langsung mengakses layanan di 8 Puskesmas yang sudah ditunjuk diantaranya Puskesmas Timika, Timika Jaya, Pasar Sentral, Wania, Mapurujaya, Jileale, Limau Asri dan Bhintuka.

Namun ada pengecualian. Bagi ASN, TNI, Polri yang akan melakukan perjalanan dinas jika melakukan rapid test tidak dikenakan biaya atau gratis. Demikian pula ASN, TNI, Polri dan keluarga yang akan pindah. Serta para pelajar dan mahasiswa yang akan kuliah di luar Mimika tidak dipungut biaya atau gratis.

“Jika ada pengantar maksimal satu orang tidak dipungut bayaran,” jelas Reynold.

Sama halnya dengan warga yang akan melakukan perjalanan di wilayah pesisir pantai dan gunung diharap melakukan pemeriksaan yang dilakukan di 8 Puskesmas itupun tidak dipungut biaya.

Untuk mendapat surat keterangan, calon penumpang cukup ke Puskesmas maka tim akan melakukan langkah-langkah. Mulai dari wawancara riwayat kontak dengan pasien covid-19 serta skrining tanda-tanda atau gejala. Jika tidak ada kontak maka dilanjutkan dengan pemeriksaan.

Jika penumpang dari Timika melakukan pemeriksaan rapid test ternyata hasilnya reaktif atau positif maka diminta untuk isolasi mandiri. Selama masa penjalani isolasi akan terus dipantau dan melakukan pemeriksaan rapid test kembali tapi tidak lagi dipungut bayaran. Bahkan jika dirujuk untuk PCR pun tidak dipungut bayaran.

Reynold berharap, para pelaku perjalanan mengikuti ketentuan yang berlaku di 8 Puskesmas. Pasalanya layanan juga dilakukan pada hari kerja biasa dimana layanan esensial lainnya juga tetap dibuka.

Sampai saat ini Tim Gugus Tugas sudah melayani sekitar 2.400 orang pelaku perjalanan. Semuanya sudah dilakukan pemeriksaan tapi masih ada sekitar 200 surat keterangan yang belum diambil di Posko Kesehatan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *