oleh

Disperindag Harus Tingkatkan Kreatifitas untuk Hasilkan PAD

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika diarahkan untuk meningkatkan kreatifitas guna menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan dan industri. Kabupaten Mimika dengan adanya hasil tambang di area Freeport seharusnya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah ini, jika pemerintah melalui Disperindag lebih jeli lagi dalam melakukan tupoksinya.

Arahan agar Disperindag bisa lebih kreatifitas lagi untuk mendapatkan PAD terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD bersama jajaran Disperindag di ruang rapat kantor Disperindag, Senin (22/6).

Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan mengatakan Disperindag mempunyai banyak persoalan. Namun, kreatifitas untuk peningkatan pendapatan dari sektor perindustrian dan perdagangan harus tetap diperhatikan.

“Kedepan kami harapkan dinas bisa mengidentifikasi persoalan yang ada selama ini, disampaikan ke kami sebagai mitra kerja. Untuk masalah kurangnya anggaran, dinas ini harus lebih kreatif. Masukan dari dinas ini akan didiskusikan lagi agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi, pendapatan dari sektor perindustrian dan perdagangan harus ditingkatkan,” jelas Rizal.

Sementara itu, Anggota Komisi B, Aloisius Paerong mengatakan ia prihatin terhadap penjual mama-mama Papua yang berjualan di pinggir jalan. “Kita harus pikirkan tempat yang nyaman, lokasi yang strategis untuk mereka,” ujar Alo.

Lanjutnya, produk home industri yang bisa menjadikan pembeli nyaman dan memang ingin ke tempat tersebut karena adanya objek wisata. Jika yang menjadi persoalan di dinas ini adalah kurangnya anggaran, maka ini akan menjadi prioritas Banggar untuk menjadi perhatian.

Untuk masalah pasar, menurutnya tidak ada faktor kenyamanan. Tidak membuat nyaman untuk datang belanja, tugas dan tanggung jawab dinas ini adalah jantung daerah yang akan memompa sampai ke arteri-arteri (distrik-distrik) untuk perindustrian dan perdagangan.

“Saya harapkan Kadis dan jajaran, kalau memang persoalan di dana pengawasan, budaya kita patuh karena takut (sanksi),” ujar Alo.

Menjawab hal ini, Kadisperindag, Bernadinus Songbes mengatakan untuk peningkatan pendapatan akan terus ia lakukan bersama jajarannya. Namun alat era ulang ini harus dikalibrasi setiap tahun di Bandung.

“Kami berharap ada dukungan agar kami juga pelatihan. Kami harap DPR juga ada perhatian.
Retribusi, di Timika yang paling kecil padahal seharusnya besar, pengawasan barang kedaluarsa. Kami turun di distrik-distrik, tapi di sana tidak ada. Di kota yang banyak, namun kami belum bisa turun terlalu banyak,” jelas Songbes.

Dikatakan, dalam rangka pengembangan SDA dan SDM di bidang industry, selama ini bekerja sama dengan nara sumber dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Pelatihan kepada masyarakat, UKM. Pihaknya mendapat kesempatan untuk ajukan dari DAK untuk buka galeri UKM, di Pasar Sentral.

“Harapan kami Dewan bisa membantu agar hal ini bisa terlaksana. Terutama putra daerah untuk membantu mereka dalam pengembangan perekonomian,” ungkapnya.

Lanjutnya, terkait dengan tingkat kemahalan harga di wilayah pesisir. Dari 2018 pihaknya bekerja sama dengan Kemenhub dan Kementrian Perdagangan, yakni Gerai Maritim.

“Kita dapat program jembatan udara, Jila, Alama dan Arwanop subsidi pesawat 100 persen untuk PP. Beras Rp 1 juta turun menjasi Rp 350 ribu. Kita harapkan ada gudang untuk menyimpan barang ini di bandara agar masyarakat datang langsung beli angkut 650 kg barang,” paparnya.

Ditambahkan Songbes, harapan kepada Dewan juga adalah menyetujui usulan anggaran untuk pembangunan kantor dinas. Kantor ini sebutnya, yang paling tua, tahun depan mulai pembangunan gedung kantor tahap awal di tahun 2021.

“Kami harapkan dukungan dari dewan, dengan berbesar hati agar para anggota dewan bisa mendukung usulan ini jika pihak eksekutif masukan perencanaan ke legislatif,” imbuh Songbes.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *