oleh

Kapolda Gerebek ‘Pabrik’ Penyulingan Miras

TIMIKA – Jajaran kepolisian yang dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK, Minggu (21/6) kemarin menggerebek tempat penyulingan minuman keras tradisional jenis sopi di hutan Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.

Dalam razia tersebut polisi berhasil mengamankan seorang warga berinisial MRO bersama sejumlah barang bukti berupa miras hasil produksi dan peralatan yang digunakan untuk menyuling, yakni pipa, jerigen dan sejumlah drum bekas.

Polisi juga memusnahkan tempat penyulingan tersebut dengan cara membakarnya.

Dari pengakuannya kepada polisi, MRO sudah menjalankan usaha penyulingan minuman memabukkan itu selama 6 bulan.

Untuk proses penyulingan hingga menghasilkan miras jenis sopi, ia menggunakan bahan baku yang sangat sederhana. Diantaranya adalah gula dan ragi yang dicampur dengan air sungai. Lokasi pembuatan sengaja dilakukan di dalam hutan untuk menghindari aparat keamanan.

“Satu hari kita bisa dapat 10 liter, lalu hasilnya kita jual satu botol 50 ribu rupiah. Kita jual kadang orang datang langsung beli, kadang juga kita bawa kota (Timika),” ungkapnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menegaskan, miras merupakan salah satu penyakit masyarakat yang harus diberantas. Karena dampaknya yang bisa menimbulkan tindakan kriminal yang bisa meresahkan masyarakat.

“Karena ada ketentuan hukum yang mengatur, maka pelaku bisa dikenakan Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Pangan. Untuk ancaman hukumannya di atas lima tahun, jadi bisa ditahan dan diproses,” ucap Irjen Waterpauw.

Untuk warga yang diamankan, Kapolda menyebut akan diamankan di Polres Mimika bersama barang buktinya guna keperluan penyidikan.

Sementara itu, Kapolres Mimika menjelaskan, pihaknya dan jajaran sudah berulangkali melakukan razia untuk memberangus tempat pembuatan miras. Bahkan, operasi seperti ini sudah menjadi kegiatan rutin. Namun, masih saja ada oknum-oknum yang warga yang nekat membuatnya.

“Kita sudah berulang kali lakukan operasi, tapi masih saja yang ada buat. Jadi ini tidak bisa kita biarkan, operasi rutin ini terus kita lakukan,”ucap AKBP Era.

Mengenai warga yang diamankan, Kapolres berjanji akan memproses sesuai hukum yang berlaku agar ada efek jera. Sebab, apa yang dilakukan MRO bisa membahayakan orang lain.

“Kita juga akan koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan supaya ada efek jera,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum warga yang selama ini masih memproduksi miras, merupakan tindakan yang dapat merusak generasi muda Kabupaten Mimika.

“Masyarakat kita dari dulu tidak pernah tahu dengan minuman ini (Sopi), jadi saya minta pihak kepolisian tindak tegas para pelaku ini,” ucap Gerry sapaan akrab Gregorius.

Selain itu juga Kepala Kampung Kaugapu, Xaverius Kapiratu dalam kesempatan yang sama menegaskan, sebagai aparat kampung, pihaknya memastikan akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk sama-sama memberantas milo di wilayah Mapurujaya.

“Kami akan buat surat dan lakukan pendataan, untuk warga yang tidak jelas asal usulnya. Dan kita juga akan buat surat edaran untuk semua warga agar tidak mengkonsumsi miras, apabila itu dilanggar maka ada sanksinya,” katanya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *