oleh

KKP Pratama Beri Fasilitas Pajak Penghasilan Bagi Masyarakat yang Membantu Memerangi Covid-19

TIMIKA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Timika akan memberi fasilitas pajak penghasilan kepada masyarakat atau Wajib Pajak (WP), yang turut bergotong-royong membantu pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19.

Kepala KPP Pratama Timika, Tirta saat dihubungi Radar Timika, Selasa (23/6) mengatakan ada 5 Jenis kegiatan yang bisa mendapatkan fasilitas pajak penghasilan ini. Pertama, produksi alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, seperti antiseptic hand sanitizer dan disinfektan dapat menerima pengurangan penghasilan neto sebesar 30 persen dari biaya produksi yang dikeluarkan.

Alat kesehatan yang dimaksud meliputi masker bedah dan respirator jenis N95, pakaian pelindung diri, sarung tangan bedah, sarung tangan pemeriksaan, ventilator dan reagen diagnostic test untuk Covid-19.

Kedua, sumbangan dalam rangka penanganan Covid-19. Wajib pajak yang memberikan sumbangan atau donasi untuk penanggulangan wabah ini dapat memperhitungkan donasi atau sumbangan sebagai pengurangan penghasilan bruto. Sumbangan yang dapat diperhitungkan adalah sumbangan dalam bentuk uang, barang jasa atau pemanfaatan harta tanpa kompensasi yang diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, atau lembaga lain yang telah memperoleh izin penyelenggaraan pengumpulan sumbangan.

Ketiga, penugasan di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19. Tenaga kesehatan serta tenaga pendukung kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan honorarium atau imbalan lain dari pemerintah dapat menerima penghasilan tambahan tersebut secara penuh, karena dikenai pajak penghasilan dengan tarif nol (0) persen.

Tenaga kesehatan yang dimaksud termasuk dokter dan perawat, sedangkan tenaga pendukung kesehatan antara lain asisten tenaga kesehatan, tenaga kebersihan, tenaga pengemudi ambulans, tenaga administrasi, tenaga pemulasaran jenazah, serta mahasiswa di bidang kesehatan yang diperbantukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Keempat, penyediaan harta untuk digunakan dalam penanganan Covid-19. Jenis ini berlaku bagi WP yang menyewakan tanah, bangunan atau harta lainnya kepada pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 dan mendapatkan penghasilan sewa dari pemerintah dapat menerima penghasilan tersebut secara penuh karena dikenai pajak penghasilan dengan tarif nol (0) persen.

Kelima, pembelian kembali saham di bursa efek. Jenis ini diberikan kepada emiten yang melakukan pembelian kembali saham yang diperjualbelikan di bursa atau stock buyback dalam rangka mempertahankan stabilitas pasar saham berdasarkan kebijakan pemerintah pusat atau Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Fasilitas yang diberikan adalah wajib pajak yang melakukan pembelian kembali saham sampai dengan 30 September 2020 dianggap tetap memenuhi persyaratan tertentu untuk memperoleh tarif PPh badan lebih rendah.

“Seluruh fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang dilaksanakan mulai dari 1 Maret 2020 sampai dengan 30 September 2020 dan, kecuali untuk stock buyback, dapat diperpanjang apabila diperlukan misalnya apabila BNPB memperpanjang status darurat Covid-19 melebihi 30 September 2020,” kata Tirta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *