oleh

Berantas Peredaran Miras Harus Sampai di Lokasi Penjualannya

TIMIKA – Peperangan memerangi peredaran miras lokal atau Milo harus sampai tuntas. Baik di tempat pembuatannya bahkan sampai di tempat jual distributornya.

Ketua DPRD Mimika Robby Omaleng, Jumat (26/6) lalu mengatakan, minuman keras beralkohol buatan lokal atau Milo digandrungi warga, karena harganya murah meriah. Namun dampaknya luar biasa mahal dan buruk bagi warga Mimika. Warga diminta sadar  dan menjauhi miras sumber masalah.

Robby berharap, ada tindak lanjut dari  aparat kepolisian untuk memberantas tuntas peredaran Milo. Yakni dengan menutup sampai ke tempat penjualan di warung-warung dan tempat distributor lainnya.

Hal ini dikatakan Robby, sambil mengapresiasi pengrebekan pabrik Milo di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, yang dipimpin Kapolda Papua Irjen Drs Paulus Waterpauw dan Kapolres Mimika, AKBP Era Adhinata pekan lalu.

“Untuk memberantas peredaran minuman lokal ini bukan saja pada tempat pembuatannya, tapi juga ke tempat penjualannya,” ujarnya.

Menurut Robby, Milo cukup digandrungi kalangan warga karena harganya yang murah terjangkau, bahkan untuk anak-anak kecil membeli dan mengkonsumsi barang haram itu.

Dampaknya negatif miras lokal sangat terasa bagi warga Mimika, seperti maraknya tindak kriminal dan laka lantas karena orang berada di bawah pengaruh miras.

Robby menambahkan, aksi penggrebekan oleh aparat kepolisian di pabrik pembuatan miras lokal itu dapat membuat warga sadar, dan berhenti memproduksi dan menjual Milo. Agar Kamtibmas terjaga, sehingga daerah Mimika bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali bersama.

Selain itu ia juga berharap terkait miras legal buatan pabrik agar dapat ditata dan ditertibkan, yaitu penataan lokasi tempat penjualannya dan kepemilikan izin menjual, baik jumlah dan kadar kandungan alkoholnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *