oleh

New Normal Diperkirakan Bisa Dimulai 3 Juli

Berdasarkan Data Kesehatan

“Tinggal beberapa hari lagi kita akan evaluasi, kalau angka reproduksi sebagai indikator apakah bisa new normal ketika angka reproduksi di bawah 1 (satu),” jelas Reynold.

TIMIKA – Empat hari kedepan akan menjadi penentu untuk kebijakan selanjutnya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika terkait status darurat bencana Covid-19. Namun Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Mimika sudah layak untuk memasuki tatanan hidup baru atau new normal.

Prediksi ini didasarkan pada data kesehatan. Memang diakui Reynold, angka reproduksi Covid-19 kembali naik dengan adanya penambahan kasus. Sekitar seminggu lalu, angka reproduksi berada di angka 0,7. Bahkan dalam empat hari terakhir sudah menyentuh angka 0,3. Tapi kemarin naik lagi menjadi 0,68. “Tinggal beberapa hari lagi kita akan evaluasi, kalau angka reproduksi sebagai indikator apakah bisa new normal ketika angka reproduksi di bawah 1 (satu),” jelas Reynold.

Jika angka reproduksi kembali naik di atas 1 maka kemungkinan pembatasan sosial akan diperpanjang lagi. Apalagi sekarang akses penerbangan sudah dibuka, sehingga pelaku perjalanan  dari wilayah zona hitam atau merah mulai berdatangan.

Pembatasan sosial bisa diakhiri tergantung situasi kasus dalam beberapa hari kedepan. Selama dua minggu terakhir tambahan kasus cenderung stabil di angka 5 dan rata-rata 3 setiap hari. Namun tiba-tiba pada Minggu (28/6) ada tambahan 15 kasus baru. Sehingga ini juga menjadi sinyal dalam pengambilan kebijakan.

Reynold sendiri yakni, kasus Covid-19 di Mimika akan terus menurun sehingga angka reproduksi juga bisa ditekan berada di bawah angka 1. Dengan demikian Mimika sudah bisa memulai tatanan hidup baru atau new normal. “Di tanggal 3 Juli, ini prediksi saya kita masuk new normal. Ini berdasarkan data kesehatan,” tandasnya.

Meski demikian tim kesehatan tidak akan berhenti bekerja dan tetap melakukan tatalaksana penanganan Covid-19 mulai dari tracing, deteksi dan isolasi. Sekaligus menormalkan penanganan Covid-19 supaya bisa berkesinambungan dengan layanan kesehatan lainnya. “Kami sangat berharap kerjasama yang baik supaya betul-betul kita bisa mengendalikan, menurunkan dan pertahankan kasus covid-19 dengan jaga angka reproduksi tidak lebih dari 1,” ujarnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *