oleh

Disnak dan Keswan Harus Terus Meningkatkan Pengawasan Masuknya Produk Daging

TIMIKA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) disarankan agar terus meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan masuknya produk daging dari luar Timika. Pengawasan ini harus kontinyu dilakukan, guna memberikan jaminan semua produk hewani yang didatangkan dari luar Timika untuk konsumsi masyarakat adalah produk yang aman, sehat, utuh dan halal.

Hal itu terungkap dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi B ke Kantor Disnak dan Keswan, Selasa (40/6). Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja Disnak dan Keswan yang sudah berhasil melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Disnak dan Keswan disarankan untuk lebih memperketat lagi soal pengawasan terhadap produk daging yang masuk dari luar Timika. Daging terutama daging sapi dan ayam memang masih diakui didatangkan dari luar Timika. Namun kedepannya diharapkan Timika bisa memenuhi kebutuhan pasar sehingga benar-benar mandiri dalam sisi ketahanan pangan.

“Kita berharap bisa mandiri dari sisi ketahanan pangan, dari sektor kebutuhan sumber protein hewani ini, potensi ini kita bisa kembangkan karena ada Freeport yang bisa menjadi supplier hasil dari peternak-peternak kita kedepan,” jelas Rizal.

Untuk mewujudkan Timika menjadi penyedia sumber pangan protein hewani, Disnak dan Keswan juga sebut Rizal, diharapkan terus mengembangkan dan memberikan pelatihan serta pendampingan secara berkelanjutan kepada para peternak binaannya. Jika para peternak ini terus didampingi, maka mereka akan terus berjuang untuk menjalankan kegiatan ternaknya karena berpotensi cukup baik dari sisi pemasaran.

Di hadapan Kepala Disnak dan Keswan, Komisi B juga kata Rizal akan mendukung dinas ini dari sisi penganggaran yang bersumber dari APBD. Jika selama ini Disnak banyak mengelola anggaran yang bersumber dari dana Otsus, maka legislatif sebutnya siap mendukung penganggaran dari APDB.

“Kita akan mendukung penganggaran dari APBD,” ujarnya.

Apresiasi yang besar juga sebut Rizal, karena dinas ini telah memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan daerah. Dari sektor retribusi yang diperoleh dari PAD pada program pemotongan unggas, telah didapat sampai Rp 600 juta. Dengan peningkatan konsumsi daging, maka akan menambah PAD untuk dinas ini. Bila dibandingkan dengan dinas teknis lainnya, Disnak tambah Rizal, telah membuktikan diri memberikan kontribusi PAD.

Hal tersebut menurutnya karena adanya kreativitas dari pimpinan dinas itu sendiri yang terus mengupayakan agar dinas ini bisa maju dan berkembang bagi masyarakat.

“Ini karena kreativitas pimpinan dinas, maka kita sangat apresiasi Dinas Peternakan atas kinerja mereka,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *