oleh

Pantau Jembatan Roboh, Politisi PSI Inisiatif Bantu Warga Bangun Kembali

TIMIKA – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Mimika, Redy Wijaya meninjau jembatan yang roboh yang menghubungkan akses masyarakat di tiga RT di Kelurahan Pasar Sentral. Bahkan dengan inisiatif pribadi, politisi Partai PSI itu membantu masyarakat dengan menyumbangkan material untuk membangun kembali jembatan tersebut. Hal itu dilakukan semata-mata demi memperlancar akses transportasi masyarakat.

Pasalnya hingga saat ini masyarakat di tiga RT yang ada di wilayah itu, yakni RT 12, 13 dan RT 17 Kelurahan Pasar Sentral akses transportasinya sangat susah lantaran jembatannya roboh. Ketua RT 17, Selfius Welafubun kepada Radar Timika di lokasi jembatan yang roboh, Selasa (30/6)  siang kemarin, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada anggota dewan yang telah datang melihat kondisi yang ada di lapangan.

“Kami berterima kasih atas kunjungannya pak dewan ke sini, ini kali kedua beliau datang ke sini. Kami harap aspirasi kami bisa diteruskan kepada pemerintah,” katanya.

“Kami sudah sampaikan kepada bapak dewan, terima kasih juga pak dewan sudah sampaikan ke dinas (PUPR, red) untuk memperhatikan akses jalan ke wilayah kami. Bahkan pak dewan juga secara pribadi sudah membantu material kepada kami untuk pengerjaan jembatan ini,” imbuh dia.

Ia menerangkan, jembatan tersebut dibangun sejak tahun 2009 lalu. Sudah sering menyampaikan permohonan kepada Pemda untuk perbaikan, namun tak kunjung dijawab. Bahkan masyarakat sendiri secara swadaya melalui kerja gotong royong yang memperbaiki jembatan itu.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait untuk melihat kondisi kami di sini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Reddy Wijaya mengatakan, pihaknya berharap agar dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Mimika dapat memperhatikan akses masuk di wilayah tersebut. Kata dia, tidak hanya jembatan, tetapi jalan masuk di lokasi tersebut sangat memprihatinkan. Mirisnya wilayah itu tidak hanya perumahan warga, tetapi sejumlah fasilitas umum bahkan Puskesmas justru ada di situ.

“Sebenarnya tidak hanya jembatan, namun jalan di gang Flora ini juga dibangun karena swadaya masyarakat setempat. Kurang lebih mulai tahun 2009 jalan ini belum ada perhatian dari dinas terkait. Harapannya jalan ini segera di-upgrade, karena jumlah penduduk terus bertambah,” terangnya.

Kata dia, saat ini dengan putusnya jembatan membuat aktivitas perekonomian masyarakat terganggu.

“Karena belum ada perhatian dari dinas terkait, tadi secara pribadi saya berinisiatif membantu masyarakat dengan memberikan material untuk pengerjaan jembatan tersebut, cuma untuk pengerjaannya mereka lakukan secara swadaya,” ungkapnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *